Di manapun, jalan untuk mencapai kesucian hati adalah melalui kerendahan hati.....
Jumat, 09 Juli 2010
Syair Jalaluddin Rumi
mana yang lebih berharga
kerumunan beribu orang atau kesendirian sejatimu?
kebebasan atau kuasa atas seluruh negeri? sejenak, sendiri dalam bilikmu akan terbukti lebih berharga daripada segala hal lain yang mungkin kau terima
oh Illahi, telah kutemukan cinta! betapa menakjubkan, betapa hebat, betapa indahnya! kuhaturkan puja-puji bagi gairah yang bangkit, dan menghiasi alam semesta ini maupun segala yang ada di dalamnya!
ketika engkau merasa bergairah, cari tahu sebabnya itulah tamu yang tak kan pernah kau salami dua kali
adakalanya dengan tujuan menolong Dia membuat kita sengsara tapi kepiluan hati demi Dia membawa kebahagiaan senyum akan datang, sesudah air mata siapapun yang meramalkan ini adalah hamba yang diberkati Illahi dimana pun air mengalir, hidup akan makmur dimana pun air mata berderai, rahmat Illahi diperlihatkan pilihlah cintaya, cinta! tanpa manisnya cinta,hidup ini adalah beban tentu engkau telah merasakannya hati yang kacau tak dapatkan kesenangan hidup dalam kebohongan air dan minyak tak dapat menyalakan cahaya hanya perkataan yang benar membawa kesenangan hidup kebenaran adalah umpan yang sangat memikat hati
pergilah ke pangkuan Illahi, dan Illahi akan memelukmu dan menciummu, dan menunjukkan bahwa Dia tidak akan membiarkanmu lari dari Nya Dia akan menyimpan hatimu dalam hati Nya siang dan malam kesabaranku mati pada malam ketika Cinta lahir!
dari anggur cinta, Illahi menciptaku!
barang siapa menjadi mangsa cinta, mana mungkin dia menjadi mangsa Sang Maut?
dari perpisahan lebih panjang daripada Hari kebangkitan dan maut lebih cantik daripada derita perpisahan
aku boleh mati,tetapi gairahku kepada Mu tak kan pernah mati
telah kupalingkan hatiku dari dunia dan segala kesenangannya Kau dan hatiku bukanlah dua wujud yang berpisah dan tak pernah kelopak mataku menutup di dalam lelap kecuali kutemukan Kau antara mata dan bulu mataku
mereka tahu pasti bahwa aku sedang jatuh cinta tetapi mereka tak tahu siapa yang kucintai
hatiku mencintaimu sepanjang hidupku, dan ketika aku mati maka tulang-tulangku, kendati hancur, mencintai Mu dalam debu
hari ini aku lupa sembahyang karena cintaku yang meluap-luap dan aku tak tahu lagi pagi atau malamkah sekarang karena ingatan pada Mu , wahai Illahi, adalah makanan dan minumanku dan wajah Mu, saat aku melihat Nya, adalah obat penderitaanku
aku adalah Dia yang kucintai dan Dia yang kucintai adalah aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar