Sabtu, 25 September 2010

Ahmad Dhani Dewa19

Image 






















Biografi Ahmad Dhani

Artis yang sekaligus merupakan ketua dari RCM ini makin sering muncul di berbagai media. Membuat banyak orang merasa kagum dengan sikap-sikapnya yang baru-baru ini di lakukannya, seperti mendukung pengharaman gosip, dan lain-lain. Baru-baru ini juga Ahmad Dhany membuat acara yang bertajuk ‘The Rock Show For Free Ariel’ yang di adakan di Hard Rock Cafe, Jakarta yang telah menuai sukses, yang semakin membuat kita penasaran dengan sosok satu ini, oleh karena itu berikut ini profil lengkapnya.
Ahmad Dhani, dikenal sebagai pentolan grup Dewa 19, pencipta lagu dan juga sebagai produser rekaman. Sosok sebagai musisi dikenal penuh kontroversial dan sensasi, baik dalam syair lagunya maupun tingkah polah kehidupan sehari-harinya. Sosok kontroversinya diperlihatkan lewat syair-syair lagunya yang ‘terlalu dalam’ dan memiliki makna bias hingga memunculkan pertentangan.

Terlahir di Surabaya pada 26 Mei 1972, Dhani juga pernah menghadapi masalah saat album LASKAR CINTA menuai protes dari kelompok Islam garis keras. Ayah tiga anak ini dianggap melecehkan atas penggunaan logo albumnya yang dianggap suci. Meski tetap merasa tidak bermaksud melecehkan agama tertentu, Dhani akhirnya bersedia melakukan perubahan pada logo tersebut.
Pria bernama lengkap Dhani Ahmad Prasetyo ini juga pernah diadukan ke Polisi oleh penulis, Yudhistira ANM Massardi, karena dianggap menjiplak judul Arjuna Mencari Cinta yang digunakan untuk salah satu judul album Dewa 19. Meski melalui perseteruan panjang, Dhani akhirnya bersedia meminta maaf di media dan berakhir dengan perdamaian.

Dhani kini masih tetap eksis bersama Dewa 19, meski beberapa kali terjadi penggantian personel. Bahkan semakin melebarkan sayap dengan bendera Republik Cinta Artis Management, yang menaungi grup-grup baru miliknya, The Rock, Dewi-Dewi, White Snow, Andra&The Backbone dan Dewa 19 sendiri.
Dhani pernah menikah dengan Maya Estianty atau populer dengan nama Maia Ahmad. Dari perkawinannya dengan perempuan asal Surabaya itu, mereka dikaruniai tiga orang anak laki-laki, yang diberi nama Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani. Nama-nama tersebut diambil dari nama-nama tokoh sufi yang menjadi idola Dhani.

Pernikahan Dhani-Maia mulai retak setelah Maia semakin populer bersama Ratu. Dhani mengklaim Maia terlalu sibuk dan menelantarkan anak-anak mereka. Setelah melalui perseteruan panjang di media dan pengadilan agama, mereka resmi bercerai pada 23 September 2008. Hak asuh ketiga anak mereka, Al, El, dan Dul jatuh ke tangan Maia. Untuk keputusan itu, Dhani berniat mengajukan banding.
Meski hak asuh anak jatuh ke tangan Maia, namun sampai detik ini ketiga putra hasil pernikahannya dengan Maia, masih tinggal bersama Dhani.

Dhani yang pernah dilaporkan oleh pakar telematika Roy Suryo terkait penggunaan bendera merah putih pada video klip Dewa 19 ini pada bulan Februari 2009, menjelang hari kasih sayang menjadi sangat populer di dunia maya. Bersama nama Mulan Jameela, menjadi nama yang paling banyak dicari di internet.
Menjelang Pemilu 2009, banyak artis yang maju sebagai caleg (calon legislatif) bahkan ada pula yang berniat menjadi presiden. Lewat partai PKB, nama Dhani menjadi salah calon yang akan diajukan sebagai calon presiden. Namun, Dhani sendiri lebih memilih berkarir di musik dan mengurus ketiga putranya ketimbang berkiprah di dunia politik.

Bertepatan dengan ultahnya yang ke-37 tahun, Dhani digaet oleh produk asal Inggris, Lee Cooper untuk mengeluarkan t-shirt khusus yang bertajuk Lee Cooper – Ahmad Dhani Collaboration.
Awal Juni, lagi-lagi Dhani harus berurusan dengan hukum. Rumah milik Dhani dikabarkan diberitakan akan disegel oleh Pemerintah Kota (Pemkot) DKI Jakarta, karena dianggap menyalahi tata kota. Rumah yang berlokasi di Jl. Pinang Emas III, Blok E1-2, Pondok Indah, Jakarta Selatan itu akan mulai disegel. Dhani sendiri masih enggan berkomentar, dengan alasan belum menerima surat resmi dan masih berkonsultasi dengan pengacaranya.

Tangan dingin Dhani dalam menghasilkan talenta-talenta baru di dunia musik Indonesia, patut diacungi jempol. Setelah The Virgin, kali ini giliran The Moon. Selain itu masih ada band-band baru lainnya. Untuk itu, Dhani mengeluarkan album kompilasi bertajuk NEW BEGINNING 09 pada awal Juni 2009. Album ini sendiri menampilkan 9 band yang bernaung di bawahnya, The Virgin, The Law, Lucky Laki, The Moon, Zewex & The Cuncuzna, Airplay, Rafflesia, Kamusuka, dan Tiramizu.
Gosip hubungan antara Dhani dan Mulan memang sudah lama berhembus. Pada Agustus 2009, gosip ini kembali santer terdengar. Pemicunya Dhani yang mengatakan jika ia sudah memiliki istri baru. Dan banyak orang menghubungkan istri baru ini dengan nama Mulan. Padahal saat itu Dhani mengatakan sambil bercanda. Tak ada yang tahu hingga kini, mengenai kebenaran berita ini.

Pertengahan Agustus 2009, Dhani kembali jadi sorotan. Kala itu Dhani yang tidak menyetujui wartawan yang tengah mewawancarai Mulan sempat menghardik dan menepis kamera wartawan dari sebuah televisi swasta. Namun Dhani membantah jika melakukan pemukulan, dan ia siap melayani tuntutan jika ada.
Mengawali tahun 2010 dibuka Dhani dengan berita pencarian babysitter untuk ketiga anaknya, Al, El dan Dul yang ditaruhnya di iklan sebuah harian ternama.
(Kapanlagi.com)


Republik Cinta Management, Kerajaan Bisnis Dhani

Republik_Cinta_ManagementTangan dingin Ahmad Dhani mengorbitkan, memopulerkan, serta menjaga performa artis binaannya tidak lagi diragukan. Hal ini tentu berbanding lurus dengan pendapatan yang diterimanya. Republik Cinta Management (RCM) merupakan ”mesin pencetak uang”bagi Dhani dalam membangun imperium bisnisnya.

RCM sebagai wadah manajemen artis telah menjadi sebuah industri di belantika musik Indonesia. Kisah sukses Dhani mendirikan RCM bukan hasil kerja semalam. Ia telah malang melintang di dunia musik, khususnya bersama Dewa 19 yang dia dirikan bersama teman-temannya pada 1986 silam, dan hal itu merupakan modal berharga dalam menghadapi pertarungan dalam industri musik. Didirikan sejak Maret 2007, RCM telah bekerja sama dengan sejumlah pihak mulai dari label, televisi swasta hingga event organizer nasional dan internasional.

Tidak hanya sebagai wadah manajemen artis, RCM juga mengepakkan sayap bisnisnya dengan mendirikan The Rock Cafe di Jakarta dan Bandung. Sederet penyanyi dan grup musik yang bernaung di bawah RCM adalah Dewa 19, Andra & The Backbone, Mulan Jameela, The Rock, Mahadewi, Muhammad Dhani & The Swinger,The Virgin, The Moon, The Law, Lucky Laki, Zewex & The Cuncuzna, Kamusuka, TRIAD,dan Dewi Persik. Dengan hadirnya sejumlah artis ternama dan lagu-lagu hit yang mereka miliki, tidak aneh jika pendapatan RCM setiap bulan mencapai miliaran rupiah. Apalagi saat ini artis-artis RCM kerap konser di sejumlah tempat.

Dia membantah bahwa pendapatan RCM mencapai Rp5 miliar setiap bulan yang dihasilkan dari pendapatan para artis maupun dari pemasukan lain seperti The Rock Cafe. Untuk tarif artis, Dhani menjelaskan, Mulan Jameela sekali tampil dibanderol lebih dari Rp50 juta. Jika dalam sebulan Mulan rata-rata tampil minimal 4–5 kali, penghasilannya bisa lebih dari Rp200–250 juta. Lalu, untuk Mahadewi dan The Virgin, Dhani menyebutkan tarifnya di bawah Rp50 juta untuk sekali manggung. Jika tiap grup dalam sebulan tampil 4–5 kali, artinya pendapatan kedua grup itu di bawah Rp400 juta. Belum lagi tarif grup lain seperti The Rock dan TRIAD yang kisarannya tak jauh dari The Virgin dan Mahadewi. Sementara untuk Dewa 19, sekali manggung tarifnya bisa mencapai Rp100 juta.

Jika Dewa 19 dalam sebulan tampil 4–5 kali, artinya pendapatan Dewa 19 bisa mencapai setengah miliar rupiah. Kendati begitu, Dhani mengaku tidak semua grup band yang berada di bawah RCM mempunyai frekuensi konser bagus setiap bulan. The Rock misalnya saat ini lagi sepi panggilan. Apalagi saat ini Dhani tengah fokus mengembangkan TRIAD. Begitu juga dengan Lucky Laki yang digawangi ketiga anak lakilaki Dhani (Al, El, dan Dul). Dewa 19 setali tiga uang, sedang tidak banyak panggilan konser. Bahkan Dhani menegaskan, kondisi Dewa 19 saat ini dalam ”bahaya” besar karena tiga personel intinya, yaitu vokalis, gitaris, dan dia sendiri, sibuk menggarap proyek masing-masing.



(Sindo)



Industri Musik Seorang Musisi Bertangan Delapan

Ahmad Dhani membeberkan berbagai proyeknya yang melimpah tahun ini. Ada kritik, kelewat banyak mengurus aneka proyek itu bisa mengurangi kemampuannya bermusik.
 
Ia mengambil sebuah cakram digital dan memilih satu lagu. Dua pekan lalu, di sebuah studio di Pondok Indah, Jakarta Selatan, I Get a Kick Out of You mengalun. Komposisi ciptaan Cole Porter pada 1934 itu mengalir mulus—bukan dari kerongkongan Frank Sinatra atau Louis Armstrong, dua artis legendaris yang pernah menafsirkan lagu yang awalnya dinyanyikan Ethel Merman itu. Suaranya bariton, seperti senandung jazzer muda Inggris Jamie Cullum. Bertenaga sekaligus membuai.

Ahmad Dhani, pemilik suara itu, mengaku gandrung akan swing. Dan nomor swing I Get a Kick Out of You bagian dari album The Rock: Master Mister Ahmad Dhani I (2008). Album yang sudah terjual 150 ribu keping, dengan lagu sohor berjudul ”berat” tapi bermuatan enteng-pop: Munajat Cinta. Ya, lagu yang menjadi ring back tone 1,3 juta orang itu menyembunyikan isi album yang hampir separuhnya bernada swing itu.

Tetapi urusan Dhani bukan hanya dengan The Rock, proyek solonya sekarang yang melibatkan tiga musisi Sydney, Australia: Clancy Alexander Tucker (gitar), Zachary Haider-Keene (bas), dan Michael Christopher Bennett (drum). Kepada Tempo, ia bercerita telah mengaransemen ulang lagu Madu Tiga karya P. Ramlee, seniman kenamaan Malaysia kelahiran Aceh, dalam versi swing. ”Proyek saya selanjutnya adalah The Swinger, album berisi 14 lagu dalam aransemen swing. Pada pertengahan Mei nanti saya ke Sydney, rekaman dengan brass section, 18 musisi,” katanya.

Seperti Syiwa yang bertangan delapan dalam The Dancing Shiva, ia melakukan dan mengurus banyak hal dalam waktu yang sama. Hingga kini ia masih menakhodai Dewa 19, band yang membesarkan namanya, sejak 17 tahun silam. Ia juga sibuk mengurus musik Mulan Jameela (sebelumnya dikenal sebagai Mulan Kwok), trio Dewi-Dewi, dan grup Andra and The Backbone, lewat bendera Republik Cinta Artist Management. ”Kepala saya ini seperti file komputer dengan empat partisi: Mulan, Dewi-Dewi, Dewa 19, dan The Rock. Untung, Andra sudah bisa dilepas sendiri,” katanya. Tentu, tidak dengan suara merendah.

Tahun ini Dhani menjadwalkan se-mua artis yang bernaung di Republik Cinta akan bergabung dalam album Imperium Republik Cinta. Selain lagu masing-masing, semua artis akan berkolaborasi membawakan lagu Queen We Are The Champions. Jika rencana itu terlaksana, berarti untuk kedua kalinya Dhani membawakan lagu kelompok favoritnya itu, setelah melalui album Republik Cinta (2006) Dewa 19 membawakan I Want to Break Free.
Tapi mengapa Maia Estianty, vokalis Ratu yang nota bene masih berstatus istrinya, tak bergabung? ”Dulu pernah saya tawari, tapi Maia menolak. Lagi pula lebih susah mengatur istri sendiri,” katanya pada saat peluncuran manajemen artis itu pada Maret 2007. Jauh sebelum Republik Cinta berdiri, Dhani pernah membuat proyek solo lewat Ahmad Band, pernah mendongkrak popularitas penyanyi seperti Reza Artamevia, Tere, atau Pingkan Mambo (kawan duet Maia sebelum Mulan).

Di mata Andre James Oscar Sumual, 42 tahun, pemimpin redaksi majalah musik Trax yang juga manajer kelompok The Titans, kemampuan Dhani mengorganisasi banyak kepala di Republik Cinta merupakan keahlian yang tak dimiliki banyak orang. ”Saya sendiri rasanya nggak akan bisa mengelola begitu banyak artis, paling hanya fokus pada The Titans,” tutur Andre, yang ikut membawa grup pecahan Peterpan itu mendulang sukses lewat album pertama The Titans yang terjual hingga 250 ribu kopi dan menggelar 42 konser dalam sebulan.
Penilaian berbeda disampaikan Dani Wijanarko dari Pos Entertainment, manajemen artis yang membawahkan tujuh grup musik dan penyanyi solo (Gigi, Lusy Rachmawati, Tohpati, Omelette, Trisum, Maha, dan Evo). ”Ahmad Dhani orang yang cerdas, tapi menurut saya seharusnya Republik Cinta diurus oleh profesional saja,” ujar Ketua Asosiasi Manajemen Artis Indonesia ini. ”Cepat atau lambat, kesibukannya mengurus artis akan berpengaruh pada kreativitasnya sebagai musisi,” katanya.

Sebagai figur flamboyan dengan banyak kisah kontroversial, peran Dhani di Dewa 19 memang begitu menonjol. Ia pernah dengan tegas memecat dua sahabatnya sesama pendiri Dewa yang saat itu terlibat narkoba, Erwin Prasetyo dan Ari Lasso. Kisruh kehidupan pribadinya dengan sang istri, yang lebih dari setahun terakhir terbeber di media massa, terlihat tidak berpengaruh banyak pada Dhani. ”Konsentrasi saya pada musik tetap full, cuma waktu yang agak terganggu,” katanya mengakui.

Produktivitasnya melimpah, tapi ia menyangkal bahwa pendapatannya mencapai Rp 3,5 miliar per bulan. ”Ah, jumlah itu terlalu berlebihan,” katanya tertawa.
Dhani tak mengizinkan isi dompetnya diintip, tapi marilah kita coba berhitung berdasarkan harga pasar. Untuk pendapatan setiap artis Republik Cinta saja, perhitungannya kurang lebih begini: Mulan Jameela dibayar Rp 60 juta sekali tampil. Karena sedang hype, ”makhluk Tuhan yang paling seksi ini” dalam sebulan bisa menggelar 20-25 konser. Dewi-Dewi dan Andra and The Backbone masing-masing mengantongi Rp 40 juta per konser, dengan frekuensi tampil 10 hingga 15 kali per bulan. Untuk bisa memanggungkan The Rock, pengundang harus menyiapkan Rp 50 juta sekali konser. Frekuensi pentas? Sebulan 4-5 kali. Dewa 19 sendiri mematok harga Rp 100 juta, dengan jumlah penampilan 4-5 kali. Pendapatan kotor dari konser saja Rp 2,6 hingga 3,45 miliar.

Pendapatan dari konser ini meliputi 60-70 persen dari total pendapatan. Sisanya berasal dari penjualan album, ring back tone, merchandise, atau iklan yang menjadikan artis Republik Cinta sebagai model (seperti yang dilakukan sebuah produsen minuman ringan yang sedang melobi Mulan untuk jadi model mereka, dua pekan lalu). Dengan begitu, total pendapatannya sekitar Rp 5 miliar sebulan.

Itu belum termasuk keterlibatan Dhani secara personal seperti menjadi juri dalam tayangan Mama Mia di Indosiar yang disebutkannya ”gedelah bayaran di sini”, atau royalti yang terus mengalir dari album-album Dewa 19. Jangan lupa, grup ini satu-satunya kelompok musik di Indonesia yang sudah dibuatkan versi sinetronnya di kanal TransTV beberapa tahun silam, dan film layar lebar berjudul Kamulah Satu-satunya, 2007. ”Yang penting buat saya bukan berapa besar pendapatan saya sebulan, melainkan saya nggak pernah pusing harus menghadapi pertanyaan KPK,” katanya kembali terkekeh. Patut juga ditambah dalam barisan penghasil fulus ini adalah The Rock CafĂ© yang terdapat di Grand Flora Hotel, Jakarta Selatan.

Dengan kemampuan sebagai musisi, penyanyi, produser musik, sekaligus general manager dari sebuah artist management yang bersinar saat ini, sebetulnya bagaimana Dhani menilai dirinya sendiri?
Kali ini dia terdiam agak lama, meski gitar akustik di tangannya terus berdenting, menyusun riff untuk sebuah lagu baru yang akan dibawakan Dewi-Dewi. ”Mungkin saya satu-satunya musisi di dunia yang bisa memproduksi album R&B dan hip-hop, tapi sekaligus menjadi penyanyi rock dan swing.” Kali ini matanya berbinar lebih terang, dengan gaya selorohnya yang kerap mendatangkan salah tafsir sebagai tanda arogansi. ”Yang jelas, talenta saya lebih banyak daripada David Foster,” katanya yakin.

”Nah, narsisnya itu yang nggak nahan,” celetuk Puri, anggota Dewi-Dewi yang sedang berada di studio. Dhani tertawa, ”Saya bilang kan lebih banyak, bukan lebih baik. David Foster nggak nyanyi kan?” 
Akmal Nasery Basral
Tempo  Edisi. 37/VI/31 Maret - 06 April 2008 

10 Pembalap F1 Terbaik Sepanjang Masa

Formula Satu, disingkat F1 (atau bernama lengkap The FIA Formula One World Championship), adalah kelas balapan mobil formula tempat duduk tunggal yang tertinggi. Terdiri dari sejumlah seri balapan yang dikenal dengan istilah Grand Prix. Balapan diselenggarakan di dalam sirkuit atau jalan umum dalam kota yang ditutup untuk umum. Hasilnya menentukan dua gelar juara dunia, satu untuk pembalap dan satu lagi untuk konstruktor. Pada balapan, mobil balap dapat mencapai kecepatan 300 km/h (185 mph) yang dihasilkan oleh mesin yang dapat mencapai tenaga sebesar 900 daya kuda pada putaran mesin sekitar 18.000 rpm (per 2005).Inilah pembalap F1 terbaik sepanjang massa mulai tahun 1950-2010.


10. Jack Brabham (AUS)
Jack Brabham, juara dunia 3 kali yang dimenanginya pada tahun 1959, 1960 dan 1966. Dia balapan sebanyak 128 kali dalam masa 15 tahun karirnya, memenangkan 14 dari jumlah balapan tersebut dan berhasil 31 kali naik podium. Kemenangan pada tahun 1966 sangat spesial baginya karena dia memenangkannya menggunakan mobil sendiri.




9. Nelson Piquet (BRA)
Pembalap formula lain yang berhasil memenangkan juara dunia 3 kali semuanya pada tahun 1980. Dalam 207 kali balapannya dia mencatat 23 kemenangan dan 60 podium. Ayah dari Nelson Piquet Jr ini memenangkan total 481.5 point dalam karirnya.



8. Alberto Ascari (ITA)
Beberapa orang berdebat bahwa Alberto tidak pantas untuk masuk dalam daftar beberapa lainnya mengatakan bahwa dia pantas mendapatkan yang lebih tinggi. Walaupun hanya mengikuti 33 balapan dia berhasil memenangkan juara dunia 2 kali. Alasan utama dia berada dalam daftar adalah tingkat persen kemenangannya. Dia menang 13 dari 33 balapannya dan juga berhasil 17 podium.



7. Niki Lauda (AUS)
1 lagi pembalap yang berhasil mendapat juara dunia 3 kali dengan 9 tahun diantara juara dunia pertamanya dengan yang terakhir. Dia menang 25 dari 177 balapannya, finish di podium 54 kali. Dia menggunaan 5 manufaktur yang berbeda dengan 2 juara saat di Ferrari dan 1 lagi saat di McLaren.



6. Sir Jackie Stewart (SCO)
Di sebut sebagai “The Flying Scott” adalah juara dunia 3 kali (lagi?). Semua juara dunianya didapat pada tahun 1969, 1971 dan 1973. Dia memenangkan 27 dari 100 balapannya dan berhasil naik podium 43 kali yang berarti dia berhasil finish 3 teratas dalam 47% dari balapannya. Dia adalah satu-satunya yang menang juara dunia memakai mobil buatan perancis.



5. Jim Clark (SCO)
Pembalap yang berpengaruh di eranya. Dia merupakan pendahulu dari Jackie Stewart, menang juara dunia pada tahun 1963 dan 1965. Dia meninggal saat kecelakaan pada tahun 1968 ketika balapan di jerman saat setelah 8 tahun balapan. Tanpa kecelakaan dia mungkin dapat menambah juara dunianya 2 kali lagi. Dia menang 25 dari 73 balapan dan mendapatkan dirinya podium 32 kali.
http://1.bp.blogspot.com/_acyk3yC_WOs/S26_z9cxKeI/AAAAAAAAAU8/UFGEn3ttIUk/s320/Clark_65_germany_01_bc-rg.jpg

4. Alain Prost (FRA)
Juara dunia 4 kali hanya 2 orang yang pernah menang lebih dari Alain Prost. Dia mempunyai rival terkemuka yaitu Ayrton Senna teman setimnya di McLaren. Dia menang 51 dari 202 balapannya, dengan 106 penampilan di podium. Point selama dia bertanding adalah point tertinggi kedua di sejarah F1. 51 kemenangannya juga merupakan total kemenangan tertinggi kedua di sejarah F1.



3. Juan Manuel Fangio (ARG)
Superstar pertama di Formula 1, Fangio mendominasi 1950s dengan memenangkan 5 juara dunia dalam dekade tersebut. Dia mencatat 5 juara duina tersebut selama 46 tahun dengan menggunakan 5 tim yang berbeda, Alfa Romeo, Maserati, Mercedez dan Ferrari masih bertahan sampai saat ini. Dia memenangkan 4 kali dalam berturut-turut (1954-1957) dan memenangkan hampir setengah dari balapan yang dia ikuti (24 dari 52). Dia juga naik podium 35 kali.



2. Ayrton Senna (BRA)
Pembalap terakhir yang meninggal saat mengandarai mobil F1. Senna dipertimbangkan untuk menjadi yang terbaik sepanjang masa. Kisah tragisnya disaksikan jutaan penonton langsung dari TV. Senna memenangkan 3 juara dunia pada tahun 1988, 1990 dan 1991. Dia memenangkan 41 dari 162 total balapannya dan mencapai podium 60 kali.



1. Michael Schumacer (GER)
Siapa yang tidak kenal Michael Schumacer ? Dominasinya dalam dunia olahraga dapat dibandingkan dengan Tiger Woods dan Roger Federer. Dia mencatat rekor juara dunia terbanyak (7 kali), kemenangan berturut turut terbanyak (5 kali), kemenangan balapan terbanyak (91 kali), rekor lap tercepat (76), pole position terbanyak (68 kali), skor point terbanyak (1.369) dan kemengan balapan terbanyak dalam single season (13 kali). Dia juga hanya pembalap yang mendapatkan finish podium dalam 1 season saat menuju kemenangan 154 podiumnya. Jadi Schumi memegang 31 rekor Formula 1. Walau dia pembalap yang kontroversial tetap dia adalah pembalap yang tangguh.

 

sumber: http://korananakindonesia.wordpress.com

11 Pemain Sepak Bola Terbesar Sepanjang World Cup

http://2.bp.blogspot.com/_UQ0CCBFKqoo/TD1Ap3zTmiI/AAAAAAAAAQg/bkmBVnilRL4/s320/world_cup_trophy3.jpg 
Selalu ada pemain-pemain hebat yang bermain di Piala Dunia, namun tidak semua pemain hebat tersebut dapat menjadi legenda. Sepuluh pemain di bawah ini merupakan beberapa di antara pemain-pemain hebat yang akan terus dikenang sepanjang masa.
Prestasi mereka dan sumbangsih mereka bagi negara di gelaran Piala Dunia tidak perlu diragukan lagi, dan karena dua hal tersebutlah mereka layak mendapat gelar legenda terbesar Piala Dunia. Siapa saja mereka?

11. Bobby Charlton (Inggris)
http://www.overseaspropertymall.com/wp-content/uploads/2007/10/bobby.jpg
Bobby Charlton adalah ksatria sejati Inggris. Mungkin jika Charlton tidak pernah ada, Inggris juga tidak akan pernah menjuarai satu pun turnamen internasional. Ya, gelar Piala Dunia 1966 yang diraih Inggris memang tidak lepas dari peran penting Bobby Charlton di lini depan.
Dengan tinggi hanya 173 cm, Charlton sangat mengandalkan kecepatannya untuk memimpin penyerangan Inggris di Piala Dunia 1966. Tidak hanya mampu mendistribusikan bola dengan luar biasa, Bobby Charlton juga memiliki insting mencetak gol yang luar biasa. Rekor 49 gol dalam 105 penampilannya bagi Inggris masih menjadi rekor gol terbanyak dalam sejarah Inggris, yang bahkan tidak mampu disamai oleh Gary Lineker sekali pun.
Charlton berpartisipasi di empat Piala Dunia. Walaupun tidak diturunkan sama sekali di Piala Dunia 1958, Bobby Charlton menjadi tumpuan timnas Inggris di tiga Piala Dunia selanjutnya. Puncaknya tentu saja ketika Charlton membawa Inggris menjadi juara Piala Dunia pada tahun 1966.
Saat itu Charlton berumur 28 tahun, umur emas bagi seorang  pesepakbola. Di final melawan Jerman, Charlton harus bertarung melawan Beckenbauer muda, yang akhirnya harus mengakui kehebatan Sir Bobby. ”Inggris mampu mengalahkan kami di 1966 karena Charlton hanya sedikit lebih baik daripada saya pada saat itu,” puji Sang Kaisar.

10. Eusebio (Portugal)
 http://3.bp.blogspot.com/_nre9tJMdwyE/TCl5UYeq8uI/AAAAAAAABU4/ywJ5PHmPLJA/s400/eusebio.jpg
Jauh sebelum era Luis Figo apalagi Cristiano Ronaldo, Portugal memiliki seorang legenda bernama Eusebio. Kelebihan pemain yang berjuluk ‘Black Panther’ ini adalah akselerasi dan dribelnya yang seperti kucing, ditambah lagi dengan kemampuannya dalam menembak bola ke gawang.
Terlahir di Mozambik, Eusebio dapat disebut sebagai pemain terhebat yang pernah dimiliki Portugal sampai saat ini berkat penampilan gemilangnya di Piala Dunia 1966. Eusebio membawa Portugal meraih posisi ketiga di akhir turnamen sekaligus mencatatkan namanya sebagai pencetak gol turnamen sehingga berhak membawa pulang sepatu emas. Berkat sembilan gol yang dicetaknya sepanjang Piala Dunia 1966 itu pula membuatnya mendapatkan gelar pemain terbaik turnamen.
Momen terbaiknya tentu saja terjadi di pertandingan melawan Korea Utara di babak perempat-final. Tertinggal tiga gol terlebih dahulu, Portugal akhirnya bangkit lewat empat gol yang dicetak Eusebio hingga akhirnya mampu menang 5-3 di akhir pertandingan. “Piala Dunia 1966 merupakan titik tertinggi dalam kareir saya. Kami mungkin kalah di semi-final, namun sepakbola Portugal adalah pemenang besar,” ujar sang legenda.

9. Lothar Matthaeus (Jerman)
http://ttvh.vcmedia.vn/Images/Uploaded/Share/2009/03/20090320034020370/LotharMatthaus.jpg
Matthaeus adalah pemegang rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia, 25 pertandingan dalam lima Piala Dunia berturut-turut. Selain itu, dia adalah satu-satunya pemain selain kiper Meksiko Antonio Carbajal yang mampu bermain di lima Piala Dunia sepanjang kariernya.
Walaupun perannya tidak terlalu terasa di Piala Dunia 1982, Matthaus menjadi pemain penting bagi Jerman di Piala Dunia 1986. Beckenbauer yang saat itu menjadi pelatih mempercayakan satu posisi di lini tengah Jerman diisi oleh Matthaeus, yang saat itu bahu membahu bersama Felix Magath di posisi tersebut. Jerman berhasil dibawanya melaju ke final sebelum akhirnya dihancurkan Argentina 3-2. Mengecewakan memang, tetapi itulah awal kesuksesan besar Matthaeus. Menjadi kapten sejak tahun 1987, Matthaeus sukses membawa Jerman menjadi juara di Piala Dunia 1990. Sukses Jerman ini tak lepas dari peran sentral Matthaeus di lini tengah, dan hasilnya Matthaeus diganjar berbagai penghargaan individual seperti Pemain Terbaik Jerman 1990, Pemain Terbaik Eropa 1990, dan Pemain Terbaik Dunia 1990. Satu tahun kemudian, dia menjadi pemain pertama yang meraih FIFA World Player.

8. Ronaldo (Brasil)

http://2.bp.blogspot.com/_5LovY5rVUPA/TEJ9KjoTPwI/AAAAAAAAANU/Gsxwahql1CM/s1600/p1_ronaldo_0219.jpg
Inilah striker terbaik yang dimiliki Brasil dalam dua dekade terakhir. Ronaldo Luis Nazario de Lima atau yang biasa disebut Ronaldo adalah pemegang rekor pencetak gol terbanyak di Piala Dunia hingga saat ini. Pertama kali muncul di Piala Dunia 1994 sebagai seorang anak muda berumur 17 tahun, Ronaldo mencapai puncak kejayaannya di Piala Dunia pada tahun 2002 ketika Brasil sukses menjadi juara dunia untuk kali kelima. Ronaldo menjadi bintang turnamen, mencatatkan delapan gol untuk mendapatkan sepatu emas yang merupakan simbol pencetak gol terbanyak.
Ronaldo mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia ketika mencetak satu gol di pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2006 Brasil melawan Ghana. Gol tersebut merupakan gol ke-15 Ronaldo di Piala Dunia, memecahkan rekor 14 gol Gerd Mueller yang telah bertahan selama lebih dari tiga dekade. Selain itu dirinya tercatat sebagai pemain ke-20 yang mampu mencetak gol di tiga kesempatan Piala Dunia, dan pemain kedua setelah Juergen Klinsmann yang mampu mencetak minimal tiga gol dalam masing-masing Piala Dunia di tiga kesempatan. Tak salah jika orang menjulukinya sebagai sang Fenomena.

7. Ferenc Puskas (Hongaria)
 http://2.bp.blogspot.com/_ZaxNV8Et4Tg/TGbfcV9AdTI/AAAAAAAAAa0/Ox_PpxhYKaI/s1600/puskas.jpg
Ferenc Puskas adalah pemain terbaik yang pernah dimiliki Hongaria, sang penguasa sepakbola dunia pada awal 1950-an. Tim yang saat itu berjuluk ‘Magical Magyars’ ini adalah salah satu tim terbaik yang pernah ada di dunia, namun sayangnya tak pernah menjuarai Piala Dunia.  Satu-satunya Piala Dunia yang diikuti Puskas bersama Hongaria adalah Piala Dunia 1954 di Swiss. Pada saat itu, Hongaria adalah salah satu tim favorit juara.
Kekuatan utama Hungaria pada saat itu adalah lini depannya yang menakutkan terutama sang bintang Ferenc Puskas. Walaupun tubuhnya pendek kekar dan kurang kuat di udara, catatan golnya bersama tim nasional benar-benar luar biasa, 84 penampilan dengan 83 gol.
Pada Piala Dunia 1954 itu, Hongaria berhasil mencapai final dan menantang Jerman yang pada penyisihan dikalahkan 8-3. Hampir semua orang yakin Hongaria akan menang mudah pada partai final ini, namun pada kenyataannya mereka harus menerima kekalahan 2-3 walaupun telah unggul dua gol terlebih dahulu di awal pertandingan. Puskas yang pada pertandingan itu belum 100 persen fit karena cedera berhasil mencetak satu gol. Walaupun harus menelan kegagalan besar itu, Hongaria harus bangga karena Puskas diakui sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah Piala Dunia.

6. Michel Platini (Prancis)
http://2.bp.blogspot.com/_suBm85pZYfU/S95ppduoRTI/AAAAAAAAASg/xTdK-Fvul5Q/s1600/michel_platini.jpg
Tahukah Anda, Prancis gagal tampil di dua Piala Dunia berturut-turut, yaitu 1970 dan 1974? Ya, tim ‘ayam jago’ ini memang selalu gagal lolos ke babak final Piala Dunia sejak 1966, hingga akhirnya seorang Michel Platini yang mengenakan nomor punggung 10 dan berperan sebagai playmaker di timnas Perancis membawa negaranya kembali lolos ke Piala Dunia pada tahun 1978. Platini pula yang membawa Prancis meraih prestasi cukup membanggakan di dua Piala Dunia selanjutnya, yaitu Piala Dunia 1982 dan Piala Dunia 1986. Dengan kemampuannya membaca permainan, teknik tingkat tinggi, dan ketajamannya di depan gawang lawan, Platini membawa Perancis meraih posisi keempat Piala Dunia 1982 dan peringkat ketiga Piala Dunia 1986.
Sejak kehadiran Platini pula Prancis diperhitungkan sebagai salah satu tim berbahaya di daratan Eropa, apalagi setelah keberhasilannya membawa Prancis menjadi juara Eropa pada tahun 1984. Walaupun Platini tidak berhasil mengangkat gelar Piala Dunia sepanjang kariernya, namun Platini tetap dianggap sebagai salah satu pemain legendaris Piala Dunia.

5. Johan Cruyff (Belanda)
http://agusnurrohman.files.wordpress.com/2010/03/johancruyff.jpg?w=250&h=333
Jika ada pertanyaan siapakah legenda terbesar Belanda di Piala Dunia, jawaban yang paling tepat tentu bukan Marco van Basten atau Ruud Gullit, tetapi Johan Cruyff. Cruyff memang tidak pernah membawa Belanda menjuarai satu turnamen pun sepanjang kariernya. Kesuksesan terbesarnya hanya membawa timnya menjadi runner-up Piala Dunia 1974, satu-satunya Piala Dunia sepanjang kariernya. Namun kehadirannya di turnamen tersebut dan kesuksesannya memimpin Belanda ke tempat tertinggi dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia dengan permainan tim total football yang sangat terkenal itu membuat sosok Cruyff rasanya layak disandingkan dengan legenda-legenda seperti Pele, Diego Maradona, dan Franz Beckenbauer.
Visinya yang luar biasa dan kreatifitasnya sebagai playmaker tim Oranje membawa Cruyff menjadi salah satu pemain terbesar Piala Dunia. Total Football, permainan menyerang yang sangat indah yang diusung Belanda di 1974 itu memang yang membantunya melegenda hingga saat ini. Dia adalah legenda terbesar Belanda sampai saat ini, dan total football yang dipimpinnya tak akan pernah terlupakan.

4. Zinedine Zidane (Prancis)
http://blognyainsan.files.wordpress.com/2010/07/zinedine-zidane-20070802-293303.jpg
Terlahir dari pasangan imigran Aljazair di Marseille, Prancis, Zinedine Zidane tumbuh menjadi pesepak bola terbaik sejak era Michel Platini sekaligus idola baru Prancis di abad 21.
Terkenal sebagai gelandang flamboyan, Zidane menikmati kesuksesan di liga Prancis, Italia dan Spanyol. Tapi prestasinya yang paling diingat adalah ketika membela Prancis di Piala Dunia 1998 dan Jerman 2006. Dalam dua turnamen ini, karier Zidane mencapai titik tertingginya. Di Piala Dunia 2002 dia absen lantaran cedera dan Prancis tersingkir di fase grup.
“Secara teknis, saya pikir dia adalah raja dari dua hal yang penting dalam sepakbola – kontrol bola dan operan. Belum ada yang menyamainya dalam dua hal itu,” kata Platini mengomentari penampilan Zidane selama kariernya.
Penampilan Piala Dunia pertama Zidane tahun 1998 di mana Prancis menjadi tuan rumahnya awalnya kurang berjalan mulus. Zidane diusir wasit saat pertandingan melawan Arab Saudi yang akhirnya dimenangi Prancis. Hal ini membuatnya tidak bisa ikut bertanding melawan Paraguay.
Namun, suami dari Aime Jacquet ini mulai menunjukkan permainan terbaiknya saat Perancis mengalahkan Italia lewat adu penalti. Dia juga berjasa ketika tim ayam jantan menang melawan Kroasia 2-1 di semi-final dan akhirnya merebut Piala Dunia 1998 setelah mengalahkan Brasil 3-0.
Zidane tampil luar biasa saat final melawan Brasil. Dia meliuk membawa bola kearah kotak penalti untuk kemudian menyarangkan dua gol di babak pertama.
Saat penggemar Prancis merayakan pesta kemenangan di Champs-Elysees, Paris, wajah Zidane lah yang diproyeksikan ke Arc de Triomphe dan memukau orang-orang yang hadir di sana. Sebuah ikon nasional lahir.
Di final Piala Dunia 2006, menjelang akhir perpanjangan waktu, terjadilah insiden yang akan terus dikenang dunia. Tiba-tiba Zidane, yang terkenal santun di lapangan, menanduk dada bek Italia Marco Materazzi meski saat itu tak ada perebutan bola. Pemain Italia ini pun langsung menggeletak. Tanpa ampun, wasit mengeluarkan kartu merah untuk Zidane. Prancis pun akhirnya kalah adu penalti dari Italia yang menjadi juara.
Beberapa pekan setelah kejadian aneh itu, barulah terungkap penyebab tandukan itu. Itu pun disampaikan oleh kalangan yang ahli membaca gerak bibir karena Zidane tetap tak mau menyebutkan, provokasi apa yang dikatakan oleh Materazzi. Rupanya Zidane tersinggung atas provokasi Materazzi yang mengucapkan, bahwa adik perempuan Zidane adalah anak pelacur dan Zidane merupakan keturunan teroris.

3. Franz Beckenbauer (Jerman)
http://1.bp.blogspot.com/_E6MlA9tRmXo/S4ajNwvtPmI/AAAAAAAAABI/0re27bA-OEA/s320/franz-beckenbauer-signed-memorabilia-germany-world-cup-1970.JPG
Pada Piala Dunia 1990 di Italia, Beckenbauer kembali mengangkat Piala Dunia, kali ini sebagai pelatih timnas Jerman. Sebelumnya di Piala Dunia 1986, Beckenbauer juga sukses membawa Jerman ke final hingga akhirnya dikalahkan oleh Argentina dengan sang ikonnya, Diego Maradona.  Rasanya prestasi sang legenda akan sulit diulang oleh orang Jerman manapun, entah sampai kapan.

2. Diego Maradona (Argentina)

http://3.bp.blogspot.com/_suBm85pZYfU/S95o1lgAuaI/AAAAAAAAASI/0Ys9S6iNwIQ/s1600/diego_maradona_1150994374.jpg
Rasanya tak ada satu pun pemain sepakbola selain Maradona yang dipuja layaknya Tuhan. Bagi sebagian besar orang, Maradona merupakan pemain terhebat sepanjang masa dan  bukannya Pele, yang mendapatkan gelar tersebut secara resmi oleh FIFA. Walaupun hidupnya dipenuhi kontroversi; mulai dari gol Tangan Tuhan, kecanduan alkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang hingga akhirnya harus diusir dari Piala Dunia 1994, Maradona selalu dipuja oleh penggemarnya.
Meksiko 1986 merupakan Piala Dunia terbaiknya dengan beberapa momen yang tak mungkin terlupakan. Momen terbaiknya tentu saja ketika Maradona berlari dari tengah lapangan melewati lima pemain Inggris sebelum akhirnya mencetak sebuah gol yang kelak disebut sebagai gol terbaik sepanjang masa. Gol yang dicetak ketika melawan Inggris di perempat-final Piala Dunia 1986 tersebut begitu indah, dan momen itu adalah yang terbaik dalam kariernya yang membuatnya dianggap Tuhan oleh sebagian orang Argentina yang mendirikan Gereja Maradona. Semua orang akan selalu mengingat kata-kata yang diucapkan sambil menangis oleh komentator Victor Hugo Morales ketika terjadi gol terindah sepanjang masa itu, “Gracias, Dios. Por el futbol, por Maradona, por estas lagrimas.. (Terima kasih Tuhan, untuk sepakbola, untuk Maradona, dan untuk airmata ini..)”

1. Pele (Brasil)
http://risalmadjid.files.wordpress.com/2010/03/pele.jpeg
Pele pertama kali muncul di Piala Dunia pada tahun 1958 sebagai pemain muda berumur 17 tahun.  Dia mencetak gol pertamanya di Piala Dunia ketika bermain melawan Wales di perempat-final, pertandingan keduanya di Piala Dunia. Dengan usianya yang 17 tahun 239 hari, Pele dinobatkan sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia. Kehebatan Pele semakin terlihat ketika mencetak hat-trick di pertandingan semi-final melawan Perancis.  Sampai sekarang, Piala Dunia 1958 di Swedia dikenang sebagai awal mendunianya sang legenda.
Tak berlebihan rasanya jika FIFA sampai menjulukinya sebagai King of Football. Pernah mencetak delapan gol dalam satu pertandingan pada tahun 1964, Pele juga mencatatkan diri sebagai pemain yang pernah enam kali mencetak lima gol dalam satu pertandingan, 30 kali quattrick, dan tak kurang dari 92 kali hat-trick. Sepanjang karirnya, Pele membukukan 1.281 gol dalam 1363 pertandingan. Dengan statistik yang mengagumkan seperti itu, apalagi yang kurang dari seorang Pele?

Sumber: www.ruangberita.com

Biografi Cak Nun (Emha Ainun Nadjib)

Emha Ainun Nadjib lahir di Jombang, 27 Mei 1953, anak ke-4 dari 15 bersaudara, pendidikan formalnya hanya berakhir di semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Sebelum itu ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena ‘demo’ melawan Dept. Keamanan pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan lumayan bisa tamat SMA Muhammadiyah I.

Lima tahun hidup menggelandang di Malioboro Yogya antara 1970-1975 ketika belajar sastra kepada guru yang dikaguminya, Umbu Landu Paranggi, seorang sufi yang hidupnya misterius dan sangat mempengaruhi perjalanan Emha.

Memacu kehidupan multi-kesenian Yogya bersama Halimd HD, networker kesenian melalui Sanggarbambu, aktif di Teater Dinasti dan mengasilkan reportoar serta pementasan drama:
· Geger Wong Ngoyak Macan (1989, tentang pemerintahan Raja Soeharto),
· Patung Kekasih (1989, tentang pengkultusan),
· Keajaiban Lik Par (1980, tentang eksploitasi rakyat oleh berbagai institusi modern),
· Mas Dukun (1982, tentang gagalnya lembaga kepemimpinan modern).
· Kemudian bersama Teater Salahudin mementaskan Santri-Santri Khidhir (1990, di lapangan Gontor dengan seluruh santri menjadi pemain, serta bersama 35.000 penonton di alun-alun madiun),
· Lautan Jilbab ( 1990, dipentaskan secara massal di Yogya, Surabaya dan Makassar),
· Kiai Sableng dan Baginda Faruq (1993).
· Juga mementaskan Perahu Retak (1992, tentang Indonesia Orba yang digambarkan melalui situasi konflik pra-kerajaan Mataram, sebagai buku diterbitkan oleh Garda Pustaka), di samping Sidang Para Setan, Pak Kanjeng, Duta Dari Masa Depan, dll.

Menerbitkan 16 buku puisi :
· “M” Frustasi (1976),
· Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978),
· Sajak-Sajak Cinta (1978),
· Nyanyian Gelandangan (1982),
· 99 Untuk Tuhanku (1983),
· Suluk Pesisiran (1989),· Lautan Jilbab (1989),
· Seribu Masjid Satu Jumlahnya ( 1990),
· Cahaya Maha Cahaya (1991),
· Sesobek Buku Harian Indonesia (1993),
· Abacadabra (1994),
· Syair Amaul Husna (1994), dll.

Buku-buku eseinya tak kurang dari 30 antara lain :
· Dari Pojok Sejarah (1985),
· Sastra Yang Membebaskan (1985)
· Secangkir Kopi Jon Pakir (1990),
· Markesot Bertutur (1993),
· Markesot Bertutur Lagi (1994),
· Opini Plesetan (1996),
· Gerakan Punakawan (1994),
· Surat Kepada Kanjeng Nabi (1996),
· Indonesia Bagian Penting dari Desa Saya (1994),
· Slilit Sang Kiai (1991),
· Sudrun Gugat (1994),
· Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (1995),
· Bola- Bola Kultural (1996),
· Budaya Tanding (1995),
· Titik Nadir Demokrasi (1995),
· Tuhanpun Berpuasa (1996),
· Demokrasi Tolol Versi Saridin (1997)
· Kita Pilih Barokah atau Azab Allah (1997)
· Iblis Nusantara Dajjal Dunia (1997),
· 2,5 Jam Bersama Soeharto (1998),
· Mati Ketawa Cara Refotnasi (1998)
· Kiai Kocar Kacir (1998)
· Ziarah Pemilu, Ziarah Politik, Ziarah Kebangsaan (1998)
· Keranjang Sampah (1998) Ikrar Husnul Khatimah (1999)
· Jogja Indonesia Pulang Pergi (2000),
· Ibu Tamparlah Mulut Anakmu (2000),
· Menelusuri Titik Keimanan (2001),· Hikmah Puasa 1 & 2 (2001),
· Segitiga Cinta (2001),
· “Kitab Ketentraman” (2001),
· “Trilogi Kumpulan Puisi” (2001),
· “Tahajjud Cinta” (2003),
· “Ensiklopedia Pemikiran Cak Nun” (2003), dll.

Ia juga pernah mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City AS (1984), Festival Penyair Internasional di Rotterdam (1984) dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985).

Emha terjun langsung di masyarakat dan melakukan multi-aktivitas yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik, sinergi ekonomi, yang berintikan upaya penumbuhan potensialitas rakyat. Di samping aktivitas rutin bulanan dengan komunitas Masyarakat Padang Bulan di sejumlah kota, ia juga diminta berkeliling ke berbagai wilayah seluruh nusantara, rata-rata 10-15 kali perbulan bersama Musik Kiai Kanjeng, dan ia sendiri rata-rata 40-50 acara yang massa yang umumnya outdoor, dengan berbagai strata dan segmen masyarakat. Mengumpulkan semua golongan, aliran, kelompok, agama, berdasar kegembiraan menikmati kebersamaan kemanusiaan.

Dalam pertemuan-pertemuan sosial itu ia melakukan berbagai dekonstruksi pemahaman atas nilai-nilai, pola-pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi-solusi problem masyarakat.

Indonesia Raya Sebuah Zamrud di Khatulistiwa

 
Tidak salah lagi bila pepatah Arab mengatakan bahwa “Indonesia adalah sejengkal tanah dari surga” atau dengan sebutan “Zamrud Khatulistiwa”. Karena betapa luas, subur, kaya dan indahnya negeri ini. Dari pulau Sabang di ujung barat hingga Merauke di ujung timurnya, dari ujung utara pulau Minyangas dan ujung selatan di pulau Rote. Dengan jumlah semua kepulauannya tidak kurang dari 17.000  pulau. Memperlihatkan bahwa tanah air yang dimilikinya tidak akan ada duanya di dunia ini.
Sungguh Indonesia merupakan negara besar serta memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat luarbiasa. Bahkan kemampuan yang dimiliki oleh bangsa ini tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia, buktinya candi-candi yang pernah dibangun, aksara yang dimiliki dan sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Nusantara (Sriwijaya, Majapahit, dll). Semuanya adalah bukti nyata akan kebesaran Indonesia dan sebagai motivasi bagi masyarakatnya untuk maju dan berkreatifitas.
Indonesia memiliki banyak keunggulan, dari letak geografis saja maka negara ini memiliki posisi yang sangat strategis karena terletak tepat di garis Equator (lintang khatulistiwa) sehingga hanya memiliki dua musim yaitu panas dan hujan. Selain itu kepulauan Indonesia terletak pada persilangan dunia karena sebagai tempat pertemuan antara tiga samudra yaitu Hindia, Fasifik, dan Atlantik, sehingga menyebabkan Indonesia menjadi ramai sebagai jalur perdagangan internasional. Dari segi budaya, sudah tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa Indonensia adalah “Gudangnya” seni dan budaya karena setiap daerah dan suku memiliki bahasa, adat istiadat dan seni mereka sendiri. Dari kemampuan masyarakatnya, maka telah banyak putra-putri Indonesia yang telah mengukir prestasi di kancah internasional, seperti kejuaraan Olympiade fisika, matematika Internasional dimana Indonesia kerap menjuarainya. Belum lagi prestasi yang telah diraih oleh para ilmuwan Indonesia yang tersebar di dunia (Eropa, Asia, Amerika, Australia). Ditambah lagi dengan yang telah dihasilkan oleh putra-putri Indonesia di dalam negeri, seperti pesawat terbang (N250) dan persenjataan (tank dan senjata mesin)
Sebagai gambaran, berikut diberikan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Indonesia. Diantaranya:



1. Pertanian dan perkebunan
Dikarenakan Indonesia terletak di garis Khatulisiwa maka bercocok tanam adalah hal yang sangat mungkin dilakukan, sehingga menjadikan negara ini sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia. Pola-pola pertanian dan perkebunan memang masih banyak dilakukan dengan cara tradisional, namun sebagian besarnya tetap bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan diantaranya telah mencapai swasembada pangan.
Contohnya saja peningkatan luas panen padi nasional dalam hektar tahun ini. Hal ini akan meningkatkan produksi padi nasional secara keseluruhan. Produksi padi tahun 2009 mencapai 69,93 juta ton, meningkat 1,13% atau 0,68 juta ton dibandingkan produksi tahun 2008. Dengan peningkatan ini, maka swasembada beras pasti terjadi dan kemungkinan wacana ekspor beras dapat dilakukan, sehingga perekonomian Indonesia akan semakin baik.

Gambar 1. foto: Hasil pertanian dan perkebunan Indonesia

Belum lagi dengan hasil dari perkebunan, maka sangat banyak hasil-hasil komoditi lokal unggulan yang telah merambah pasar internasional. Sehingga kedepannya jika semua pihak menempatkan posisinya masing-masing secara seimbang dan fokus pada kultur bangsa maka akan semakin membuka peluang keberhasilan.


2.    Pariwisata
a)    Bali

Gambar 2.
Foto: Objek wisata si Bali

Bali memang objek wisata Indonesia yang sangat terkenal di dunia. Walaupun pariwisata Bali sempat terganggu karena tragedi Bom Bali I dan II, namun tetap saja Pulau Dewata mampu menyedot jutaan wisatawan asing. Januari-Maret 2009 saja sudah tercatat 162.898 turis mancanegara yang datang, belum termasuk jumlah turis domestik. Sedangkan untuk keseluruhan daerah di Indonesia, pada periode yang sama tercatat 511.300-an turis mancanegara yang datang.


b)    Pulau Komodo
Sesuai dengan namanya, Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang dikenal sebagai habitat asli hewan komodo (Varanus komodoensis), oleh penduduk setempat, hewan ini disebut Ora. Hingga kini, hewan komodo menjadi kebanggaan karena menjadi sumber pendapatan penduduk lokal dari para wisatawan yang berkunjung ke pulau yang berpenduduk kurang lebih 4.000 jiwa ini.
Di pulau ini, wisatawan dapat melihat hewan komodo yang merupakan spesies kadal terbesar di dunia dengan rata-rata panjang tubuhnya mencapai hingga 3,13 meter dan beratnya mencapai 165 kg. Wisatawan juga dapat menyaksikan berbagai aktivitas hewan langka ini, seperti perkawinan komodo yang terjadi antara bulan Mei hingga Agustus; komodo tengah menyantap rusa, kambing, babi dan menyaksikan komodo berjemur di jalanan dan di cabang pepohonan pada pagi hari.

Gambar 3. foto: Pulau Komodo

Untuk melindungi komodo dari kepunahan, maka pada tahun 1980 pemerintah menjadikan Pulau Komodo sebagai Taman Nasional Komodo. Enam tahun kemudian, yakni tahun 1986, taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Taman nasional ini terdiri atas dua pulau besar, yakni Pulau Rinca dan Padar, yang dikelilingi oleh beberapa pulau kecil. Total luas wilayah daratan taman nasional ini mencapai 1.817 km².
Pulau Komodo merupakan pulau yang terletak di ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Dari Kupang, ibukota Provinsi NTT, wisatawan dapat naik pesawat menuju Ende, sebuah kota di Pulau Flores. Setiba di sana, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Labuhanbajo selama sepuluh jam dengan menggunakan minibus. Dari kota yang terletak di bagian paling barat Pulau Flores ini perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Komodo dengan menggunakan speed boat yang memakan waktu sekitar dua jam.
Wisatawan mancanegara dikenakan biaya tiket masuk pulau ini sebesar $5 US per orang untuk satu hari, dan wisatawan lokal dikenakan biaya Rp 25.000 per-orang (Maret 2008). Di Pulau ini dapat ditemukan resort bertaraf internasional, beberapa pondokan yang disediakan oleh masyarakat setempat dan juga restoran.


c)    Air Terjun
Dikarenakaan daratan Indonesia merupakan daerah berbukit dan pegunungan,  maka banyaklah air terjun di dalamnya. Contohnya saja yang ada di daerah Kerinci (Jambi) dengan nama Telun Berasap. Air terjun tersebut bersumber dari sungai yang berhulu di Danau Gunung Tujuh yang mengalir melewati tebing terjal dengan ketinggian sekitar 75 m. Orang Jambi menyebutnya Air Terjun Telun Berasap karena besarnya debit air yang turun sehingga menimbulkan “kabut air” di sekelilingnya.
Gambar 4. Foto: Air terjun Telun Berasap

Air terjun Telun Barasap menyuguhkan pemandangan yang indah, dengan debit air yang deras sehingga membentuk percikan air yang lembut mirip seperti asap putih atau dikenal juga dengan kabut air. Butiran-butiran uap air yang terbentuk dari kabut air tersebut berwarna indah tatkala disinari cahaya mentari dengan memantulkan kemilau cahaya yang berwarna-warni.
Di balik Air Terjun Telun Berasap, terdapat sebuah goa. Masyarakat setempat tidak berani memasuki goa tersebut karena medannya begitu sulit dilalui. Air terjun yang sangat deras dengan karang yang terjal, menyebabkan goa tersebut tidak pernah dikunjungi oleh masyarakat maupun para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Air Terjun Telun Berasap.
Selain itu, di kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura, dengan ketinggian sekitar 200 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut  kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras.
Keunikan dan kesejukan air terjun ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut.
Gambar 5. Foto: Air terjun Madakaripura


d)    Danau
Salah satu contohnya danau yang sangat fenomenal adalah Danau Toba. Danau ini adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Gambar 6. Foto Danau Toba Danau Toba

sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.
Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.
Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erruption supervolcano purba, yaitu Gunung Toba.Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu. Bukti-bukti yang ditemukan, memperkuat dugaan, bahwa kekuatan letusan dan gelombang lautnya sempat memusnahkan kehidupan di Atlantis.
Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
Selain itu, ada juga danau yang masih berada di pulau Sumatra, namanya singkarak. Danau ini adalah danau terbesar di Sumatera Barat dengan panjang 21 km yang terletak di pinggir jalan raya Padang Panjang – Solok.  Disekitar danau terdapat beberapa tempat untuk beristirahat dan bersantai serta  tersedia juga berbagai fasilitas sampan, boat dan hotel.  Tersedia juga fasilitas untuk mengelilingi danau dengan pemandangan yang indah.
Danau Singkarak berada di dua kabupaten di Sumatera Barat, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan luas 107,8 km² danau ini merupakan danau terluas ke-2 di Pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Air danau ini sebagian dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman.


e)    Terunggu karang dan ikan
Taman Laut Bunaken termasuk di antara 10 tempat penyelaman terpopuler di dunia. Disekitar Pulau Bunaken terdapat 12 titik penyelaman. Titik inilah yang sering dikunjungi wisatawan asing menjadi tempat paling asyik untuk menyelam dengan keindahan bawah lautnya, karena terdapat penurunan dinding karang yang terjal dan menjadi tempat makanan para ikan-ikan, goa-goa serta lekukan-lekukan yang sangat menakjubkan.
Bunaken sebagai salah satu objek wisata bahari, kerap dikatakan sebagai surga bawah laut. Hal ini dikarenakan keindahan yang berada di bawah laut yang berada di Provinsi Sulawesi Utara dan tidak hanya dikenal oleh wisatawan local saja. Namun, nama Bunaken sudah meluas hingga wisatawan mancanegara atau lebih dikenal dengan wisatawan asing sebagai salah satu taman laut terindah di dunia yang kaya akan keaneka ragaman bentuk dan warna terumbu karang dan biota laut serta spesies ikan.
Pulau Bunaken adalah pulau yang mempunyai luas 8,08 km, masih bagian dari kota Manado. Keseluruhan luas Taman Nasional Bahari Bunaken mencapai luas 75.265 hektar dan didalamnya terdapat 5 (lima) pulau yaitu; Manado Tua, Bunaken, Siladen, Mantehage dan Naen.

Gambar 7. Foto: Terunggu karang di Bunaken


f)    Hutan dan Pegunungan
Salah satu keunggulan utama Indonesia adalah hutan dan pegunungannya. Contohnya saja Taman Nasional Lorentz. Taman ini adalah sebuah taman nasional yang terletak di provinsi Papua, Indonesia. Dengan luas wilayah sebesar 25.000 km² Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara.
Gambar 8. Foto: Taman Nasional Lorentz

Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya. Pada 1999 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Wilayahnya juga terdapat persediaan mineral, dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif di sekitar taman nasional ini. Ada juga Proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz yang terdiri dari sebuah inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada di sekitar Taman Nasional Loretz ini.
Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu diantara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, dan lahan basah.
Taman Nasional Lorentz ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO dan Warisan Alam ASEAN oleh negara-negara ASEAN. Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman suku Nduga, Dani Barat, Amungme, Sempan dan Asmat. Kemungkinan masih ada lagi masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan hubungan dengan manusia modern.
Suku Asmat terkenal dengan keterampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Batang pohon dilambangkan sebagai tubuh manusia, dahan-dahannya sebagai lengan, dan buahnya sebagai kepala manusia. Pohon dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka. Sistem masyarakat Asmat yang menghormati pohon, ternyata berlaku juga untuk sungai, gunung dan lain-lain.
Puncak Jaya ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global. Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari Tujuh Puncak Utama dunia.
Nama-nama/ejaan lain: Ngga Pulu (“Ngga” berarti gunung), Gunung Carstensz, Piramida Carstensz, Puncak Carstensz, Puncak Jayakesuma, Puncak Piramida Carstensz, Ndugundugu.
Gambar 9. Foto: Puncak Jaya


g)    Sejarah dan Peradaban
Salah satu bukti keagungan bangsa Indonesia adalah keberadaan candi Borobudur. Candi ini adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
Gambar 10. Foto: Candi Borobudur

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.
Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.


h) Alat musik Sasando (Nusa Tenggara timur)
Di propinsi ini terdapat sebuah alat musik yang memiliki ciri khas dan keunikannya sendiri. Alat musik bernama Sasando.
Sasando adalah sebuah alat instrumen petik musik. Instumen musik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Konon sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Bentuk sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi.
 
Gambar 11. Foto: Alat musik Sasando

Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung, dari atas kebawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando.


3.    Jenis flora dan Fauna
Jenis burung yang terdapat di Indonesia. Menjadikan negara kita menduduki posisi kelima dalam hal jenis burung yang dimiliki. Namun, kita harus tetap berbangga karena Indonesia kita merupakan negara paling kaya dengan jumlah jenis burung sebaran-terbatas yang terbanyak di dunia, dan 397 jenis burung hanya dapat ditemukan di negeri kita.
Sebagai contoh, jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).
Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

Gambar 12. Foto: Burung Cenderawasih

Selain itu, sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.
Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.


4.    Adat Istiadat dan Kebudayaan
a)    Nias (Sumatra)
Bila kita membicarakan nias maka langsung pikiran kita akan membayangkan seorang pria berpakaian adat setempat sedang melayang di atas seonggok batu yang disusun setinggi lebih dari 2 meter. Atraksi lompat batu atau fahombo merupakan sebuah andalan pariwisata dari pulau nias. Membicarakan hal ini mau tidak mau kita harus kembali kepada sejarah panjang perjalanan budaya masyarakat nias.
Berabad-abad lampau, pulau nias yang terletak di sebelah barat Sumatera, terdiri dari beberapa wilayah yang diperintah oleh para landlord atau panglima-panglima perang sebagai bangsawan tinggi, Kedudukan bangsawan itu bukan kedudukan turun temurun, kedudukan itu mereka dapatkan dengan menyelenggarakan pesta menjamu masyarakat atau owasa. Maka semakin sering mereka menyelenggarakan owasa maka semakin kekal dan tinggi pula kedudukan mereka di mata masyarakat, dan biaya mengadakan pesta pesta mereka dapatkan dari hasil jarahan perang.
Untuk memenangkan peperangan bangsawan-bangsawan tersebut memerlukan dukungan pasukan yang kuat, sehingga pada waktu tertentu mereka membuka kesempatan kepada pria-pria muda untuk menjadi prajurit. Bagi kaum pria menjadi prajurit atau anggota pasukan pertahanan merupakan sebuah kehormatan, dengan penghasilan yang lebih bagus dari masyarakat biasa dan membuka kesempatan kelak bila nasib baik menjadikan mereka seorang bangsawan, mencapai kedudukan yang mulia pula.
Menentukan pantas tidaknya seorang pria menjadi seorang prajurit, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan standard, bentuk fisik atau sekedar ilmu bela diri dan ilmu-ilmu hitam, tetapi penentuan akhir, mereka diuji harus dapat melompati sebuah susunan batu setinggi 2,3 m, tanpa menyentuh permukaannya sedikitpun.
Gambar 13. Foto: Lompat batu Nias

Pada masa-masa yang silam, acara seleksi ini diselenggarakan secara khusus dan berlangsung begitu meriah, seolah-seolah sebuah festival, orang berduyun-duyun datang dari jauh sekalipun untuk menyaksikan pria-pria muda saling menunjukan kebolehannya melompati batu dan berusaha menjadi yang paling baik. Bagi para gadis acara ini merupakan arena memuja dan memuji pria-pria idaman dan juga sebaliknya, bagi para pria yang lulus uji segera saja menjadi idola gadis-gadis. Bagi yang sudah mempunyai calon, segera saja ia meminang pilihannya, yang masih jomblo mempunyai kans besar mendapat calon istri. Sehingga fahombo akhirnya bergeser maknanya, seolah-olah menyiratkan siapa yang berhasil melompati susunan batu tersebut layak disebut dewasa dan pantas menikah.
Kini fahombo menjadi sebuah atraksi pariwisata dan tidak saja dilakukan pria muda, pria tua bahkan yang renta sekalipun boleh melompatinya. Fahombo juga tidak lagi menjadi ajang pemilihan pria idaman para gadis, mereka lebih memilih pria pujaan yang mempunyai mobil, motor atau setidaknya menjadi pegawai negeri atau punya motor bebek.


b)    Jambi
Masih dari kepulauan sumatara kita beranjak ke propinsi jambi, propinsi yang terkenal dengan propinsi sembilan lurah ini juga tak kalah uniknya, dengan budaya melayunya juga dengan ciri khas tersendiri, budaya jambi dipengaruhi pula dengan budaya melayu namun tetap bercirikhas jambi yang unik , eksotik dan indah.
Sejarah jambi diawali pada abad IV Masehi sampai dengan kedatangan bangsa Barat ke Nusantara. Secara berturut-turut, masa kekuasaan Kerajaan Melayu, Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Singosari, Kerajaan Damasyraya sampai pra kemerdekaan.
Proses perkembangannya sampai sekarang masih dalam pengkajian para ahli. Prasasti tertua yang pernah ditemukan di Propinsi Jambi adalah prasasti Karang Birahi yang dibuat sekitar tahun 686 Masehi, bangunan candi-candi dan arca-arca yang banyak ditemui dalam propinsi Jambi.
Tahun 1460-1907 Jambi berbentuk Kerajaan Idalam yang disebut Kerajaan Melayu II. Sebagai Sultan pertama adalah Datuk Paduko Berhalo dengan Permaisurinya Putri Selaro Pinang Masak. Salah seorang putranya adalah Orang Kayo Hitam yang terkenal dengan senjata utamanya “Keris Siginjai”, yang selanjutnya menjadi pegangan dan perlambang bagi para pemegang kekuasaan Kerajaan Melayu Jambi.
Hanya ada satu bahasa daerah di Provinsi Jambi, yaitu Bahasa Melayu, dengan beberapa dialek lokal seperti dialek Kerinci, Bungo/Tebo, Sarolangun, Bangko, Melayu Timur (Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur), Batanghari, Jambi Seberang, Anak Dalam dan Campuran. Khusus untuk masyarakat Kerinci, mereka mempunyai aksara tersendiri yang dikenal dengan Aksara Encong yang dapat ditemui dan digunakan oleh sekelompok masyarakat di sana.
Provinsi ini dapat dikatakan multietnis. Sebagian besar adalah Melayu Jambi dan selebihnya adalah berbagai suku dan etnis dari seluruh Indonesia. Etnis dominan adalah Minang, Bugis, Jawa, Sunda, Batak, Cina, Arab, dan India.
Di provinsi ini adat istiadat Melayu sangat dominan. Adat inilah yang mengatur segala kegiatan dan tingkah laku warga masyarakat yang bersendikan kepada hukum islam. Adagium ”Adat bersendikan sara’, sara’ bersendikan kitabullah” atau ”Sara’ mengato adat memakai” sangat memsyarakat di sana. Penegak syariat Islam banyak mewarnai masyarakat Jambi. Dalam keseharian mereka, banyak ajaran dan pengaruh Islam diterapkan, diantaranya tradisi tahlilan kematian, Yasinan, serta berbagai upacara yang dilakukan mengikuti daur hidup manusia.
Sebagai masyarakat agraris, warga Jambi juga kerap melaksanakan adat–istiadat yang berkaitan juga dalam bidang pertanian, misalnya adat “serentak turun ke umo”. Dalam mengolah sawah sesuai dengan musimnya dengan berpedoman pada rotasi iklim, hal ini di sebut “piamo”. Dalam hal keamanan tanaman agar tidak dirusak ternak, berlaku pepatah adat ”umo bekandang siang, kerbo bekandang malam”, yang berarti jika binatang ternak mengganggu tanaman siang hari, maka tanggung jawab tetap pada si pemilik sawah atau kebun. Sebaliknya jika ternak memasuki sawah atau kebun pada malam hari, tanggung jawab tetap ada di pundak pemilik ternak.
Untuk memperkuat dan memelihara adat istiadat tersebut, berbagai kegiatan kesenian dan sosial budaya kerap di lakukan, antara lain :
1.Tari Asik, dilakukan oleh sekelompok orang untuk mengusir bala penyakit;
2. Tradisi Berdah, dilaksanakan saat terjadi bencana dengan tujuan menolak bencana;
3.Kenduri Seko, bertujuan untuk membersihkan pusaka dalam bentuk keris, tombak, Al Kitab dalam bentuk Ranji–ranji Kuno;
4.Mandi Safar, dilaksanakan pada hari Rabu di akhir bulan Safar bertujuan untuk menolak bala;
5.Mandi Belimau Gedang, dilaksanakan menjelang Ramadhan dengan tujuan menyucikan dan mengharumkan diri; dan
6.Ziarah Kubur, dilaksanakan menjelang Ramadhan dengan tujuan mendoakan arwah leluhur.
Provinsi Jambi sangat kaya akan kerajinan daerah, salah satu bentuk kerajinan daerah adalah anyaman yang berkembang dalam bentuk aneka ragam. Kerajinan anyaman di buat dari daun pandan, daun rasau, rumput laut, batang rumput resam, rotan, daun kelapa, daun nipah, dan daun rumbia. Hasil anyaman ini bermacam–macam pula, mulai dari bakul, sumpit, ambung, katang–katang, tikar, kajang, atap, ketupat, tudung saji, tudung kepala dan alat penangkap ikan yang disebut Sempirai, Pangilo, lukah dan sebagainya. Kerajinan lainnya adalah hasil tenun yang sangat terkenal, yaitu tenunan dan batik motif flora.

Gambar 14. Foto: Pakaian adat Jambi


Gambar 15. Foto: Rumah adat Jambi

Gambar 16. Foto: Tari sekapur sirih


c)    Jawa
Jawa, adalah suku bangsa terbesar di Indonesia. Jumlahnya mungkin ada sekitar 90 juta. Mereka berasal dari pulau Jawa dan terutama ditemukan di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tetapi di provinsi Jawa Barat, Banten dan tentu saja Jakarta mereka banyak diketemukan. Selain suku Jawa baku terdapat subsuku Osing dan Tengger.
Gambar 17. Foto: Tari Ramayana

Suku bangsa Jawa sebagian besar menggunakan bahasa Jawa dalam bertutur sehari-hari. Dalam sebuah polling yang diadakan majalah Tempo pada awal dasawarsa 1990-an, kurang lebih hanya 12% orang Jawa yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai sehari-hari, sekitar 18% menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia secara campur dan selebihnya terutama bahasa Jawa.
Bahasa jawa merupakan bahasa yang sangat sopan dan menghargai orang yang di ajak bicara khususnya bagi orang yang lebih tua dan bahasa jawa juga sangat mempunyai arti yang luas.
Orang Jawa sebagian besar secara nominal menganut agama Islam. Tetapi yang menganut agama Kristen; Protestan dan Katholik juga banyak. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Penganut agama Buddha dan Hindu juga ditemukan pula di antara masyarakat Jawa. Ada pula agama kepercayaan suku Jawa yang disebut sebagai agama Kejawen. Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan animisme dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya. Semua budaya luar diserap dan ditafsirkan menurut nilai-nilai Jawa sehingga kepercayaan seseorang kadangkala menjadi kabur.
Di Indonesia, orang Jawa bisa ditemukan dalam segala bidang. Terutama bidang Administrasi Negara dan Militer banyak didominasi orang Jawa. Meski banyak pengusaha Indonesia yang sukses berasal dari suku Jawa, orang Jawa tidak menonjol dalam bidang Bisnis dan Industri, banyak diantara suku jawa bekerja sebagai buruh kasar dan tenaga kerja indonesia seperti pembantu, dan buruh di hutan-hutan di luar negeri yang mencapai hampir 6 juta orang.

Gambar 18. Foto: Pengerajin gerabah

Masyarakat Jawa juga terkenal akan pembagian golongan-golongan sosialnya. Pakar antropologi Amerika yang ternama, Clifford Geertz, pada tahun 1960an membagi masyarakat Jawa menjadi tiga kelompok: kaum santri, abangan dan priyayi. Menurutnya kaum santri adalah penganut agama Islam yang taat, kaum abangan adalah penganut Islam secara nominal atau penganut Kejawen, sedangkan kaum Priyayi adalah kaum bangsawan. Tetapi dewasa ini pendapat Geertz banyak ditentang karena ia mencampur golongan sosial dengan golongan kepercayaan. Kategorisasi sosial ini juga sulit diterapkan dalam menggolongkan orang-orang luar, misalkan orang Indonesia lainnya dan suku bangsa non-pribumi seperti orang keturunan Arab, Tionghoa dan India.
Orang Jawa terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama Hindu-Buddha, yaitu pementasan wayang. Repertoar cerita wayang atau lakon sebagian besar berdasarkan wiracarita Ramayana dan Mahabharata. Tetapi pengaruh Islam dan Dunia Barat ada pula.
Orang Jawa memiliki stereotipe sebagai sukubangsa yang sopan dan halus.[1] Tetapi mereka juga terkenal sebagai sukubangsa yang tertutup dan tidak mau terus terang. Sifat ini konon berdasarkan watak orang Jawa yang ingin menjaga harmoni atau keserasian dan menghindari konflik, karena itulah mereka cenderung untuk diam dan tidak membantah apabila terjadi perbedaan pendapat.


d) Kalimantan
Menyebut Suku Dayak, mungkin yang terlintas dibenak suku yang tinggal di pedalaman hutan Kalimantan yang sulit dijangkau. Lain halnya dengan Suku Dayak Kenyah, Anda cukup datang ke Kota Samarinda bagian Utara, Kalimantan Timur, tepatnya di perkampungan Dayak, Desa Pampang.
Perkampungan Dayak Kenyah ini terbilang cukup mudah di kunjungi. Anda tidak perlu naik turun gunung apalagi keluar masuk hutan belantara. Karena perkampungan ini terletak sekitar 20 Km dari kota Samarinda dan itu pun bisa ditempuh dengan kendaraan karena jalan beraspal mulus.
Sebenarnya Suku Dayak yang tinggal di Desa Pampang merupakan sub-etnis Dayak Kenyah. Semula kawasan tersebut merupakan hutan, namun setelah warga Dayak Kenyah dari Desa Long Us, Apokayan, Kabupaten Bulungan yang berjumlah 35 orang bermigrasi, kawasan itu kemudian berkembang seperti sekarang ini. Hingga kini penduduk Pampang sudah sekitar 1.000 jiwa. Kendati menerima budaya modern dari luar, warganya tetap teguh mempertahankan tradisi sehingga perkampungan ini dijadikan Desa Budaya Pampang oleh Pemerintah Kota Samarinda.
Suku Dayak di seluruh pelosok Kalimantan saat ini berjumlah sekitar 19 suku. Setiap suku memiliki pemimpin (kepala suku) dan adat istiadat yang berbeda. Begitu juga dengan Suku Dayak Kenyah yang tinggal di Desa Pampang ini.
Warga Dayak Kenyah di Pampang tetap mempertahankan budaya leluhurnya, seperti menenun, mengukir, dan membuat aneka kerajinan tangan. Di desa ini pun masih terdapat Lamin (rumah panjang khas Dayak). Bagi para wisatawan yang ingin membeli souvenir, di Desa Pampang banyak orang yang menjajakan berbagai pernak pernik dari yang kecil hingga yang besar seperti gantungan kunci dan patung kayu.
Setiap hari libur, warga Dayak menggelar berbagai tarian tradisional di Lamin antara lain Tari Kancet Lasan, Kancet Punan Lettu, Kancet Nyelama Sakai, Hudog, Manyam, Pamung Tawai, Burung Enggang, dan tari Leleng.
Gambar 19. Foto: Upacara adat Dayak Kenyah


e)    Sulawesi (Bugis dan Toraja)
Suku Bugis adalah suku terbesar ketiga di Indonesia setelah suku Jawa dan Sunda. Berasal dari Sulawesi Selatan dan menyebar pula di propinsi-propinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Papua, Irian Jaya Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Riau dan Riau Kepulauan, dan bahkan sampai ke Malaysia dan Brunei Darussalam.
Suku Bugis merupakan suku yang tergolong ke dalam suku suku Deutero-Melayu, atau Melayu muda. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan. Kata ‘Bugis’ berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan “ugi” merujuk pada raja pertama kerajaan Cina (bukan negara Tiongkok, tapi yang terdapat di jazirah Sulawesi Selatan tepatnya Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo saat ini) yaitu La Sattumpugi. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang/pengikut dari La Sattumpugi. La Sattumpugi adalah ayah dari We Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu, ayahanda dari Sawerigading. Sawerigading sendiri adalah suami dari We Cudai dan melahirkan beberapa anak termasuk La Galigo yang membuat karya sastra terbesar didunia dengan jumlah kurang lebih 9000 halaman folio. Sawerigading Opunna Ware (Yang dipertuan di ware) adalah kisah yang tertuang dalam karya sastra I La Galigo dalam tradisi masyarakat Bugis. Kisah Sawerigading juga dikenal dalam tradisi masyarakat Luwuk Banggai, Kaili, Gorontalo dan beberapa tradisi lain di Sulawesi seperti Buton.
Gambar 20. Foto: Pakaian adat Bugis

Dalam perkembangannya, komunitas ini berkembang dan membentuk beberapa kerajaan lain. Masyarakat Bugis ini kemudian mengembangkan kebudayaan, bahasa, aksara, pemerintahan mereka sendiri. Beberapa kerajaan Bugis klasik dan besar antara lain Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Suppa dan sawitto (Kabupaten Pinrang), Sidenreng dan Rappang. Meski tersebar dan membentuk etnik Bugis, tapi proses pernikahan menyebabkan adanya pertalian darah dengan Makassar dan Mandar. Saat ini orang Bugis tersebar dalam beberapa Kabupaten yaitu Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Sinjai, Barru. Daerah peralihan antara Bugis dengan Makassar adalah Bulukumba, sinjai, Maros, Pangkajene Kepulauan. Daerah peralihan Bugis dengan Mandar adalah Kabupaten Polmas dan Pinrang.
Karena masyarakat Bugis tersebar di dataran rendah yang subur dan pesisir, maka kebanyakan dari masyarakat Bugis hidup sebagai petani dan nelayan. Mata pencaharian lain yang diminati orang Bugis adalah pedagang. Selain itu masyarakat Bugis juga mengisi birokrasi pemerintahan dan menekuni bidang pendidikan.
Konflik antara kerajaan Bugis dan Makassar serta konflik sesama kerajaan Bugis pada abad 16, 17, 18 dan 19, menyebabkan tidak tenangnya daerah Sulawesi Selatan. Hal ini menyebabkan banyaknya orang Bugis bermigrasi terutama di daerah pesisir. Komunitas Bugis hampir selalu dapat ditemui didaerah pesisir di nusantara bahkan sampai ke Malaysia, Filipina, Brunei dan Thailand. Budaya perantau yang dimiliki orang Bugis didorong oleh keinginan akan kemerdekaan. Kebahagiaan dalam tradisi Bugis hanya dapat diraih melalui kemerdekaan.(Rahmat Munawar)
Kepiawaian suku Bugis-Makasar dalam mengarungi samudra cukup dikenal luas, dan wilayah perantauan mereka pun hingga Australia, Madagaskar dan Afrika Selatan. Bahkan, di pinggiran kota Cape Town, Afrika Selatan terdapat sebuah suburb atau setingkat Kecamatan, yang bernama Maccassar, sebagai tanda tangan penduduk setempat mengingat tanah asal nenek moyang mereka.
Gambar 21. Foto: Kapakl Pinisi


f)    Maluku
Maluku atau yang dikenal secara internasional sebagai Moluccas adalah salah satu provinsi tertua di Indonesia. Ibukotanya adalah Ambon. Pada tahun 1999, sebagian wilayah Provinsi Maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku Utara, dengan ibukota di Sofifi. Provinsi Maluku terdiri atas gugusan kepulauan yang dikenal dengan Kepulauan Maluku.
Suku bangsa Maluku didominasi oleh ras suku bangsa Melanesia Pasifik, yang masih berkerabat dengan Fiji, Tonga, dan beberapa bangsa kepulauan yang tersebar di kepulauan Samudra Pasifik.
Gambar 22. Foto: Tarian adat Maluku

Banyak bukti kuat yang merujuk bahwa Maluku memiliki ikatan tradisi dengan bangsa bangsa kepulauan pasifik, seperti bahasa, lagu-lagu daerah, makanan, serta perangkat peralatan rumah tangga dan alat musik khas, contoh: Ukulele (yang terdapat pula dalam tradisi budaya Hawaii).
Mereka umumnya memiliki kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat, dan profil tubuh yang lebih atletis dibanding dengan suku-suku lain di Indonesia, dikarenakan mereka adalah suku kepulauan yang mana aktivitas laut seperti berlayar dan berenang merupakan kegiatan utama bagi kaum pria.
Bahasa yang digunakan di provinsi Maluku adalah Bahasa Melayu Ambon, yang merupakan salah satu dialek bahasa Melayu. Sebelum bangsa Portugis menginjakan kakinya di Ternate (1512), bahasa Melayu telah ada di Maluku dan dipergunakan sebagai bahasa perdagangan. Bahasa Indonesia, seperti di wilayah Republik Indonesia lainnya, digunakan dalam kegiatan-kegiatan publik yang resmi seperti di sekolah-sekolah dan di kantor-kantor pemerintah.
Sejak zaman purba kala, Maluku diakui telah memiliki daya tarik alam selain daripada rempah-rempahnya. Terdiri dari ratusan kepulauan membuat Maluku memiliki keunikan panorama disetiap pulaunya dan mengundang banyak turis asing datang untuk mengunjungi bahkan menetap di kepulauan ini. Selain objek wisata alam, beberapa peninggalan zaman kolonial juga merupakan daya tarik tersendiri karena masih dapat terpelihara dengan baik hingga sekarang.

 
Gambar 23. Foto: Keindahan alam dan hasil bumi di Maluku


g)    Papua
Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini atau East New Guinea.
 
Gambar 24. Foto: Suku di Papua

Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat, sehingga sering disebut sebagai Papua Barat terutama oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), para nasionalis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada di bawah penguasaan Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.
Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.
 
Gambar 25. Foto: Keindahan alam Papua (Kepulauan Raja Ampat)

Kata Papua sendiri berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli.
Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini atau East New Guinea.
Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat, sehingga sering disebut sebagai Papua Barat terutama oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), para nasionalis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada di bawah penguasaan Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.
Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.
Kata Papua sendiri berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli.


5.    Kekayaan bahasa dan Aksara
a).    Aksara Abugida (Batak)



b).    Aksara Incung dan Rencong Kerinci (Jambi)




c).    Aksara Rejang (Bengkulu)



d).    Aksara Kaganga (Sunda)



e).    Aksara Jawa kuno (Hanacaraka)



f).    Aksara Bali



g).    Aksara Bugis



6.    Kemajuan setelah kemerdekaan
Di luar sumber daya alam (SDA), maka akan banyak sektor lain di luar pajak yang dapat membiayai negara ini untuk terus sejahtera. Negeri ini bisa mengembangkan bermacam industri strategis, seperti pesawat terbang (N250/Gatot Kaca) dan beberapa jenis produksi yang pernah dihasilkan oleh PT IPTN/DI tempo dulu.
 
Gambar 26. Foto: Pesawat N 250

Atau yang sekarang mendapatkan pengakuan dunia internasional yaitu produksi senjata dan Tank dari PT. PINDAD.
 
Gambar 27. Foto: Senjata dan kendaraan perang produksi PT. PINDAD

Dan yang menjadi kebanggaan serta bukti bahwa putra-putri Indonesia bisa bersaing dengan bangsa lain di dunia, yaitu jembatan Suramadu yang menyeberangi selat Madura.
 
Gambar 28. Foto: Jembatan Suramadu


7. Kesimpulan
Negeri ini sejatinya tidak perlu khawatir untuk membianyai kehidupannya, sebab dari hasil SDA (hasil laut, tambang, hutan, pertanian) saja jika dikelola dengan baik maka kas negara akan lebih dari cukup untuk mensejahterakan rakyatnya. Dan bila memperhatikan penjelasan diatas, maka sudah waktunya bagi kita orang Indonesia untuk segera membenahi diri dan terus memacu semangat dan kratifitas sebagai wujud cinta dan bangga akan tanah pertiwi. Minimal dengan mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap kepentingan rakyat, membatasi turut campur pihak asing dalam usaha mengelola kekayaan Indonesia dan percaya kepada kemampuan yang dimiliki oleh putra-putri negeri sendiri.
Banggalah menjadi orang Indonesia, karena telah banyak putra-putri Indonesia yang memiliki kemampuan dan prestasi yang telah diakui oleh dunia (baca: Prestasi-terbaik-dan-terburuk-putra-putri-indonesia-di-kancah-dunia-internasional/), dan itu sudah ada sejak dahulu kala. Percayalah, bila kita benar-benar mencintai Indonesia dan berusaha mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan terus percaya diri bahwa kita orang Indonesia, maka tentunya Indonesia akan bangkit menjadi negara besar dengan tingkat kesejahteraan yang memuaskan.

By Mashudi Antoro
Related Posts with Thumbnails