Rabu, 16 Februari 2011

Kronologis Penyerangan Pesantren YAPI Bangil Pasuruan

Kronologis Penyerangan Pesantren YAPI Bangil Pasuruan. Masih hangat di ingatan tentang penyerangan ahmadiyah cikeusik kini penyerangan pesantren YAPI Bangil pasuruan menambah lembar suram tragedi di indonesia. Ketika itu ada ratusan orang yang mengklaim dari kelompok ASWAJA (Ahlussunnah Waljamaah) tiba-tiba mendatangi pondok pesantren Alma’hadul Islam YAPI di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (15/2/2011) sekitar pukul 14.15 WIB. Serangan ratusan massa tak di kenal itu mengakibatkan empat santri terluka di bagian kepala.

Ahmad Miqdad (17) siswa kelas II SMA, Abultaz alias M Baraqbah (19) siswa kelas III SMA, Ali Reza (15) siswa kelas I SMA, dan Abdul Qadir (15), siswa kelas I SMA. Nama para santri YAPI pasuruan yang terluka akibat penyerangan massa tersebut.

YAPI-bangil-pasuruan


Kronologis Penyerangan YAPI Bangil Pasuruan

Peristiwa penyerangan itu berawal ketika puluhan santri sedang asyik bermain bola di halaman pesantren. Sebagian santri lain ada yang bermain basket, latihan pencak silat, dan duduk santai di halaman.

Tiba-tiba sekelompok massa ASWAJA datang lalu melakukan penyerangan. Saat tiba di depan pagar, massa langsung melempari santri dan melukai dua sekuriti pesantren, Sya’roni dan Shoir yang kebetulan berjaga di pos satpam.

Tak lama, mereka masuk ke halaman pesantren dan menyerang santri yang ada di dalam. Tak hanya itu, mereka juga merusak perkantoran dan fasilitas yang ada di dalam. Papan nama pesantren YAPI Bangil ikut dirobohkan.

Mengetahui pesantrennya diserang, para santri YAPI melakukan perlawanan meski dengan peralatan seadanya. Bentrokan sengit pun terjadi. Aksi saling lempar batu mewarnai bentrokan tersebut. Karena mendapat perlawanan sengit dari santri, massa kemudian mundur.

Mereka kemudian keluar dari pondok pesantren lalu berjalan menuju arah Bangil. Ketua Yapi Ustaz Ali Mukhsin Assegaf mengatakan, “Setelah itu kembali lagi ke arah Pandaan,”
Ketika mereka kembali lagi dari arah Pandaan dan melintas di depan Pondok Pesantren Yapi, aksi pelemparan sempat terjadi. Saat terjadi ketegangan itulah, tiga orang dari kelompok massa itu jatuh dari motor.

Saat itu juga, polisi yang berada di lokasi kejadian langsung mengamankan mereka dan membawanya ke Polres Pasuruan untuk diperiksa.

Ratusan orang dari kelompok ASWAJA yang melakukan penyerangan ke Pondok Pesantren Yapi itu mengendarai sepeda motor. Satu motor bahkan ada yang berboncengan tiga. Massa itu ada yang berpakaian putih dan bersorban dan ada juga yang memakai rompi hitam.

Awalnya, sebelum mereka menyerang pesantren YAPI Bangil, massa tersebut meneriakkan yel-yel sembari menghujat. Ternyata dalam penyerangan ke pondok pesantren YAPI Bangil, Ali Mukhsin Assegaf sempat mengenali wajah para pelaku yang jumlahnya ratusan orang tersebut.

Alasan penyerangan pondok pesantren YAPI Bangil Pasuruan itu karena menganut aliran Syiah, yang sudah jelas di larang hadir di Indonesia sama seperti Ahmadiyah, dan kejadian penyerangan tersebut bukan untuk yang pertama kali nya.

Menurut Abu Bakar salah satu alumni Ponpes Alma’hadul Islam YAPI, ini konflik lama antara ponpes Alma’hadul Islam dan kemlompok ASWAJA.”Mereka dulu pernah menyerang masjid kita di Bangil. Alasannya sama, mereka menuduh kita ini Syiah. Padahal ini kan hanya perbedaan ideologi saja,” ungkap nya.

Pihak kepolisian telah menangkap 3 orang pelaku penyerangan ponpes YAPI Bangil, ”Kami sedang memeriksa mereka di Polres Pasuruan. Apa motifnya dan apakah ini memang direncanakan. Pemicu serangan ini tadi pagi hanya saling ejek. Tapi kabar sebelumnya memang ada konflik antara ponpes ini dengan ormas keagamaan itu. Kita sedang telusuri,” tegas Irjen Polisi Badroddin Haiti Kapolda Jatim.

Semoga saja tidak ada lagi tragedi seperti ini ataupun seperti tragedi kerusuhan di temanggung beberapa waktu yang lalu.

Untuk melihat video amatir penyerangan ponpes YAPI Bangil Pasuruan silahkan [klik disini]
  
Reff : tribunnews.com
Sumber: chempornet.com

1 komentar:

  1. apakah anda berad di sana. atau mendengar saja.

    BalasHapus

Related Posts with Thumbnails