Senin, 16 Januari 2012

Pohon Durian Berusia 140 Tahun


POHON DURIAN--Pohon durian milik Lasono, 60, warga Dukuh Socokulon, Desa Socokangsi, Kecamatan Jatinom, Klaten ini diperkirakan berusia 140 tahun. Foto diambil Minggu (18/12/2011). (JIBI/SOLOPOS/Moh Khodiq Duhri)


Pohon durian itu tinggi menjulang. Lebih tinggi di antara pohon-pohon yang tumbuh di pekarangan rumah milik Lasono, 60, warga Dukuh Socokulon, Desa Socokangsi, Kecamatan Jatinom, Klaten.
Pohon itu cukup rindang. Daun dan rantingnya cukup lebat. Semilir angin yang bertiup menghadirkan kesejukan di bawahnya. Keberadaan puluhan buah durian yang menggantung di atas pohon itu menggugah selera yang melihatnya.

Bagi keluarga Lasono, keberadaan pohon durian itu adalah berkah. Terlebih saat musim panen tiba. Hasil panen cukup melimpah. Sekali panen, pohon itu mampu menghasilkan sekitar 150-170 buah durian. Bahkan, jika sedang mujur, pohon itu bisa menghasilkan durian hingga 300 buah.

“Pohon durian ini sudah berdiri tegak sejak zaman kakek saya masih hidup. Hingga sekarang, pohon ini masih menghasilkan buah yang melimpah,” tutur Daryono, 34, anak dari Lasono saat ditemui Espos di kediamannya, Minggu (18/12/2011).

Pohon durian ini memiliki ukuran lingkaran 257 cm dengan ketinggian sekitar 50 meter. Dibutuhkan usaha keras untuk memanen durian ini karena lokasi buah yang satu dengan yang lainnya berjauhan. Untuk mempermudah memanjatnya, Lasono sengaja membuat tangga yang menempel di pohon.

Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Jatinom sudah melakukan peninjauan ke lokasi berdirinya pohon durian yang diperkirakan sudah berusia 140 tahun ini.
Buah yang dihasilkan terbilang lebih besar daripada buah durian pada umumnya. Dalam lomba durian yang digelar di halaman Kantor Penyuluh Pertanian kemarin, durian milik Lasono meraih predikat durian terbesar dengan berat hingga 5 kg. Bentuk durian ini bulat, warnanya kuning dengan daging buahnya cukup tebal.
Sementara Ketua Kelompok Tani Subur 2, Desa Socokangsi, Sarjo, 56, menuturkan pohon durian milik Lasono saat ini tercatat sebagai pohon durian tertua di Kecamatan Jatinom.

“Pohon ini disebut durian ketan karena teksturnya cenderung lengket. Keunggulan pohon durian jenis ini memiliki buah yang besar dan dagingnya tebal. Kalau dikawinkan dengan jenis durian madu tentu akan menghasilkan buat yang besar dan lebih manis,” tukas Sarjo.

Sumber: http://www.harianjogja.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails