Selasa, 05 Oktober 2010

Pesawat Tempur F-35 Lightning II

F-35 Lightning II
F-35 Lightning-1.jpg
Penerbangan pertama F-35A.
 Tipe Pesawat tempur multi-peran
 Produsen Lockheed Martin Aeronautics
Northrop Grumman
BAE Systems
 Terbang perdana 15 Desember 2006
 Diperkenalkan 2011 (dijadwalkan)
 Status Praproduksi
 Pengguna Amerika Serikat dan Britania Raya
 Tahun produksi 2003-sekarang
 Harga satuan F-35A: US$48 juta
F-35B: US$62 juta
F-35C: US$63 juta
 Acuan dasar Lockheed Martin X-35
F-35 Lightning II adalah hasil pengembangan dari pesawat X-35 dalam program Joint Strike Fighter. Pesawat ini adalah pesawat tempur berkursi tunggal, bermesin tunggal, yang dapat melakukan banyak fungsi, antara lain pertempuran udara-ke-udara, dukungan udara jarak dekat, dan pengeboman taktis. Pengembangan pesawat ini dibiayai oleh Amerika Serikat, Britania Raya dan beberapa negara lainnya. Pesawat ini dikembangkan dan diproduksi oleh industri kedirgantaraan yang dipimpin oleh Lockheed Martin serta dua rekan utamanya, BAE Systems dan Northrop Grumman. Pesawat demonstrasi pertama kali terbang pada tahun 2000, dan pesawat versi produksi pertama kali terbang pada 15 Desember 2006.

Sejarah

Program JAST

Program Joint Advanced Strike Technology (JAST) dimulai pada tahun 1993 dari hasil Bottom-Up-Review Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Dragunov Serikat . Departemen Pertahanan juga memutuskan untuk tetap mengembangkan F-22 yang sewaktu itu kontroversial, membatalkan program Multi-Role Fighter (MRF) dan A/F-X, serta menghentikan pembelian F-16 dan F/A-18C/D.
Kantor program JAST dibentuk pada 27 Januari 1994. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pesawat, persenjataan, dan teknologi sensorik yang akan dipakai pada pengembangan pesawat taktis di masa depan. Kemudian program JAST digabungkan dengan program Common Affordable Lightweight Fighter (CALF), membentuk program Joint Strike Fighter (JSF).


X-32 dan X-35

Kontrak JSF diberikan kepada Lockheed Martin dan Boeing pada tanggal 16 November 1996. Masing-masing perusahaan diharuskan untuk membuat dua pesawat yang dapat mendemonstrasikan lepas landas dan mendarat konvensional (conventional takeoff and landing, CTOL), lepas landas dan mendarat pada kapal induk, dan lepas landas pendek dan mendarat vertikal (short-takeoff and vertical-landing, STOVL). Lockheed Martin mengembangkan X-35 dan Boeing mengembangkan X-32.
Pada tanggal 26 Oktober 2001, diumumkan bahwa X-35 Lockheed Martin mengalahkan X-32 Boeing. Petinggi Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Inggris menyatakan bahwa X-35 secara konsisten mengungguli X-32, walaupun keduanya sudah memenuhi syarat.

Penamaan

Lockheed Martin, yang mengembangkan pesawat ini dengan nama "F-24", terkejut ketika mengetahui bahwa pesawat ini akan diberi nama "F-35". Pada 7 Juli 2006, Angkatan Udara Amerika Serikat secara resmi mengumumkan nama F-35, yaitu Lighting II. Nama ini juga dipakai untuk mengenang pesawat sebelumnya, yaitu P-38 Lightning dan English Electric Lightning. Nama lain yang sempat dipikirkan adalah Kestrel, Phoenix, Piasa, Black Mamba, dan Spitfire II. Lighting II juga sempat menjadi nama untuk F-22 Raptor.

Pengetesan

Pada 19 Februari 2006, F-35A pertama dimunculkan di Fort Worth, Texas. Pesawat ini melewati pengetesan darat yang berat di Edwards Air Force Base pada musim gugur 2006. Pada 15 September, pengetesan pertama mesin Pratt & Whitney F135 dilakukan, dan diselesaikan pada 18 September dengan pengetesan afterburner. Kemudian pada tanggal 15 Desember, F-35A melakukan penerbangan pertamanya.


Varian

F-35A pada upacara inagurasinya.

Program Joint Strike Fighter didirikan untuk mengantikan pesawat tempur lama, dengan biaya pengembangan, produksi, dan operasi yang relatif kecil. Ini dicapai dengan membuat pesawat tempur dengan tiga varian, yang masing-masing memiliki kesamaan 80%. Ketiga varian tersebut adalah:

Spesifikasi (F-35A Lightning II)

{{{box_caption}}}
{{{box_caption}}}
F-35A
 
{{{box_caption}}}
{{{box_caption}}}
F-35B
 
{{{box_caption}}}
{{{box_caption}}}
F-35C
 
F35ctolstores.jpg
Data dari Lockheed Martin specifications,

Karakteristik umum

  • Kru: 1
  • Panjang: 51.4 ft (15.67 m)
  • Lebar sayap: 35 ft (10.7 m)
  • Tinggi: 14.2 ft (4.33 m)
  • Area sayap: 460 ft², (42.7 m²)
  • Berat kosong: 29,300 lb (13,300 kg)
  • Berat terisi: 44,400 lb (20,100 kg)
  • Berat maksimum lepas landas: 70,000 lb (31,800 kg)
  • Mesin: 1× Pratt & Whitney F135 afterburning turbofan
    • Dorongan kering: 28,000 lbf (125 kN)
    • Dorongan dengan afterburner: 43,000 lbf (191 kN)Internal fuel:18,480 lb (8,382 kg)

Performa

Persenjataan

Avionik

AN/APG-81

 

Media


Pengembangan yang berhubungan

Pesawat sebanding

Urutan penamaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails