Jumat, 28 Oktober 2011

Kiat Praktis Mengunjungi Taj Mahal

Oleh: Olenka Priyadarsani

Keindahan Taj Mahal, salah satu keajaiban dunia, sudah banyak diulas di berbagai tulisan. Kali ini, saya hendak berbagi beberapa kiat praktis mengunjungi objek wisata di Agra, India, ini agar kunjungan Anda ke sana semakin nyaman.

Memesan tiket kereta api


Tak peduli berapa hari yang akan Anda habiskan di Agra, cara terbaik menuju ke sana dari Delhi adalah menggunakan kereta api — kecuali pada musim dingin ketika kabut tebal sering menunda keberangkatan.


Kereta api yang akan membawa pengunjung ke Taj Mahal.

 
Kereta jurusan Delhi-Agra yang paling popular adalah Bhopal Shabtdi Express, dengan pilihan kelas sesuai keinginan. Pesanlah tiket jauh-jauh hari. Anda dapat memesan tiket dengan pembayaran kartu kredit melalui www.cleartrip.com atau www.makemytrip.com.

Siap-siap mengantre


Pengamanan masuk ke Taj Mahal sangatlah ketat. Ini membuat antrean masuk menjadi panjang, terutama pada hari Sabtu, Minggu, atau hari libur lainnya.

Anda harus mengantre dua kali; pertama saat membeli tiket, kedua saat hendak masuk gerbang. Antrean tiket seharga 750 rupee (bagi turis asing) biasanya tidak panjang. Tetapi antrean kedua sungguh menantang. Anda bisa menunggu selama 20 menit hingga satu jam, tergantung berapa banyak wisatawan yang hendak masuk.


Gerbang masuk menuju Taj Mahal.

 
Petugas memisahkan antrean bagi laki-laki dan perempuan, jadi jangan sampai Anda mengantre di tempat yang salah. Antrean perempuan biasanya jauh lebih lama dari laki-laki, karena para penjaga harus memeriksa tas tangan satu demi satu.

Simpan barang di loker


Dengan biaya 20 rupees, Anda dapat menyewa loker untuk menyimpan tas. Tempat penyimpanan ini terletak sebelum loket pembelian tiket. Bawalah barang yang diperlukan saja, seperti kamera, air mineral, telepon seluler, dompet dan paspor.  Buku panduan juga harus ditinggalkan.

Jangan coba-coba membawa tas ransel seperti yang saya lakukan. Setelah mengantre selama hampir satu jam, saya dipaksa menyimpan tas di loker yang cukup jauh dari gerbang kemudian mengantre kembali.

Tinggalkan makanan Anda


Anda dilarang membawa makanan dalam bentuk apa pun ke dalam kompleks Taj Mahal. Di gerbang pemeriksaan, petugas akan memeriksa tubuh Anda dan tas tangan yang Anda bawa. Makanan yang ditemukan akan langsung dilempar ke dalam tempat sampah. Anda tentu tak mau hal ini terjadi, bukan?

Tripod dilarang masuk


Entah apa alasannya, tripod tidak boleh digunakan sama sekali di Taj Mahal. Anda boleh membawa tripod asalkan memiliki surat izin yang didapatkan di Delhi (namun kabarnya proses aplikasi butuh waktu berbulan-bulan).


Nikmati Taj Mahal setelah melalui antrean dan berbagai prosedur buat pengunjung.

 
Karena tidak teliti membaca peraturan — dan petugas yang menggeledah tas kamera kami tidak memperhatikan — kami pun berhasil membawa tripod masuk. Sampai dalam, ketika kami baru mengeluarkan tripod, polisi langsung mendatangi kami dan menggiring ke kantor polisi.

Anda dapat memanfaatkan pagar, dinding, bahkan sepatu untuk mengganjal kamera, sehingga tidak perlu bantuan orang lain untuk mengambil foto. Lagipula biasanya hasil jepretan sembarang orang kurang memuaskan.

Nah, selamat berjalan-jalan ke Taj Mahal! 
 
 
Sumber: http://id.travel.yahoo.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails