Rabu, 11 Januari 2012

Ahli Gempa ITB Ikut Garap Proyek Menara 111 Lantai Tomy Winata Cs

Suhendra - detikFinance

Signature Tower (Foto: Archdaily)

Jakarta - Para ahli gempa akan dilibatkan dalam proyek pembangunan menara Signature Tower 111 lantai setinggi 600 meter di SCBD Jakarta. Para ahli gempa itu diantaranya berasal dari Jepang dan juga ITB (Institut Teknologi Bandung).

Demikian disampaikan oleh Wakil Presiden Direktur PT Jakarta International Hotels & Development Tbk Santoso Gunara kepada detikFinance di kawasan gedung BEI, Selasa (10/1/2012).

"Soal gempa sudah diperhitungkan makanya kita melakukan soil test, masuknya (dibor) 200 meter ke dalam, sekarang lagi ditest di Jepang, termasuk juga pakai teman-teman di ITB, ahli gempanya disini dan ahli gampanya Jepang. Nggak mungkin kita mau investasi dengan 111 lantai dengan struktur lantai yang tak memadai, semua pakai the best consultant," katanya.

Santoso mengatakan hasil uji tersebut akan menentukan desain pondasi menara yang lebih detail. Sehingga akan menentukan dalam menekan risiko terburuk jika adanya gempa bumi. Indonesia merupakan negara yang masuk dalam jalur gempa.

Menurutnya diberbagai negara masalah bangunan super tinggi berbeda-beda. Ia mencontohnya misalnya Menara Burj Khalifa di Dubai yang paling berat adalah masalah hembusan angin. "Kalau disini kita mesti jaga gempa," katanya.

Bahkan Menara Taipei 101 di Taiwan justru tantangan terberatnya selain angin topan, justru gempa bumi sangat rentan karena Taiwan pun berdekatan dengan patahan di Asia Pasifk.

Seperti diketahui, Signature Tower bakal menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia. Menara yang dibangun oleh pengusaha Tomy Winata Cs itu nantinya akan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) yang menjadi lokasi Signature Tower dikembangkan oleh PT Danayasa Arthatama Tbk. Kepemilikan saham Tomy Winata PT Danayasa Arthatama Tbk hanya 0,001%, kemudian publik 17,58% dan pemegang mayoritas adalah PT Jakarta International Hotels & Development (JIHD) Tbk sebesar 82,4%.

Sementara itu, kepemilikan saham Tomy Winata berdasarkan laporan keuangan Maret 2011 di PT Jakarta International Hotels & Development (JIHD) Tb sebesar 15,87%, Sugianto Kusuma 9,76%, Santoso Gunara 0,40%, pemegang saham Indonesia, masing-masing dibawah 5% dengan total kepemilikan saham 53,32% dan pemegang saham asing dengan masing-masing persentase kurang dari 5% dengan total 20,65%.

Sumber: http://finance.detik.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails