Selasa, 03 Januari 2012

Ganasnya’ Nasi Kalakan Khas Pacitan

Menu Sang Predator Kegemaran Presiden SBY


Keganasan penguasa laut ini, sanggup menyuguhkan pesona rasa yang tak akan anda dapatkan di tempat lain selain di Pacitan. (foto:jbc15/jbc)

PACITAN (jurnalberita.com) – Ikan Hiu ternyata memiliki rasa khas dan dijamin mampu menggoyang lidah. Keganasan penguasa laut ini, sanggup menyuguhkan pesona rasa yang tak akan anda dapatkan di tempat lain selain di Pacitan.

Tak mengherankan, bila Sang Presiden SBY pun ternyata juga gemar menyantap sayur kalakan dan kelong (ikan hiu muda yang digoreng) setiap berkunjung ke Pacitan.

Masakan ikan hiu ini dikenal dengan nama Sayur Kalakan. Kalakan merupakan salah satu menu makanan khas Pacitan yang paling banyak digemari wisatawan lokal maupun luar daerah saat berkunjung ke obyek-obyek wisata di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Nasi kalakan memang menjadi ikon lain untuk mendeskripsikan pariwisata di ‘Kota 1.001 Gua’ ini. Daging kalakan hiu yang gurih, sangat pas beradu dengan sambal mentah yang pedas menyetrum lidah.

“Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke sini (Pacitan) tapi tidak mampir beli kalakan,” kata Kiki Farel, artis asal Bandung yang beberapa waktu lalu melakukan syuting program infotainmen salah satu TV swasta, di pantai Teleng Ria Pacitan.

Kiki hanyalah satu dari sekian banyak wisatawan yang terlihat asyik menikmati masakan daging kalakan. Duduk di pinggir restoran yang berbentuk panggung dengan posisi menghadap ke laut, membuat daging kalakan yang dimasak menjadi sayur pedas serasa lebih nikmat. Satu porsi menu kalakan lengkap berikut menu pelengkap terdiri dari, sayur oseng tahu-tempe, oseng terong, serta urap daun kenikir plus potongan kacang panjang dan tauge yang telah direbus. Masih ada satu lagi yang dihidangkan menjadi satu paket dengan kalakan, yakni tiwul. Sebagai penutup sambal mentah berada di samping udang goreng.

Lalu, bagaimana rasanya? Dijamin enak dan memberi kesan berbeda, terutama bagi pencinta kuliner atau penggemar masakan ikan laut. Selain bahan utamanya adalah ikan hiu yang dikenal sebagai predator laut, cara penyajian yang dilengkapi sejumlah menu tambahan membuat makanan khas Pacitan yang hanya dapat diperoleh di sekitar kawasan wisata pantai ini banyak dicari oleh pengunjung. Paduan tiwul, rasa pedas ‘krenyes-krenyes’ kenikir mendominasi, kalakan, dan sambel, membuat lidah bergoyang. Rasa yang begitu dahsyat ini, ternyata lebih nikmat jika disantap muluk (makan tanpa sendok).

Mbah Supini, salah satu dari sedikit tenaga ahli pembuat kalakan asal Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan mengatakan, istilah kalakan sebenarnya merujuk pada potongan daging ikan laut yang disate (dipanggang mirip sate). “Kalakan biasanya baru dimakan setelah terlebih dahulu dimasak menjadi sayur pedas atau digoreng menggunakan tepung gaplek (tapioka),” katanya. Mbah Sup – panggilan Supini – mengatakan cara membuat kalakan sebenarnya tidak rumit, daging hiu muda dipotong-potong dalam ukuran kecil, kira-kira seukuran dua jari tangan orang dewasa atau separuhnya, kemudian ditusuk satu per satu menggunakan tusuk sate.

“Daging ‘kelong’ (hiu muda) yang telah disate lalu dipanggang di atas batok kelapa yang membara sampai matang,” kata Mbah Sup menjelaskan panjang lebar.

Setelah matang, kalakan ini masih belum bisa langsung dimakan. Selain belum diberi bumbu, makanan khas daerah Pacitan ini masih bersifat sebagai bahan makanan setengah jadi. Agar bisa disantap, biasanya kalakan dimasak lagi menjadi sayur santan pedas. Baru setelah itu kalakan bisa dihidangkan bersama nasi tiwul ataupun nasi putih. Sebagai penutup es kelapa perawan, akan menetralkan rasa pedas di lidah. Pemandangan pantai dengan angin yang semilir makin menambah nikmat makan Anda. Cukup dengan Rp 20.000,- saja, Anda bisa merasakan sensasi menyantap sang ‘predator’.

http://jurnalberita.com

5 komentar:

  1. wah manteb....dadi kepingin ikan kalakan...kangen bali pacitan......

    BalasHapus
  2. Mas kie gone warung sebelah ngendi....?

    BalasHapus
  3. Kalau orang luar kota ingin makan nasi kalakan di pacitan nggak tahu tempatnya, soalnya nggak tahu nasi kalakan itu di jalan apa...

    BalasHapus
  4. "Rekomendasi wisata kuliner yang unik di kota Batu Malang :
    • Steak & Sate Kelinci
    • Jagung & Pisang Bakar
    • Aneka sambal & masakan tradisional khas Jawa lainnya.
    Rasanya extra kuat, tapi harganya relatif murah.
    Suasananya santai & romantis, cocok untuk nongkrong atau sekedar refreshing bersama keluarga. Berlokasi tepat diantara Jatim Park & Museum Angkut.

    Warung Khas Batu
    Jalan Sultan Agung 29, Batu, Jawa Timur 65314 (Jatim Park 1 - Museum Angkut)
    Tel / Fax : +62 341 592955
    HP/SMS/Whatsapp: +6285707585899
    BBM : 7D8DEB8C
    www.TheBatuVillas.com/WarungKhasBatu
    www.Facebook.com/WarungKhasBatu

    NB : blogger / pengulas / reviewer / tour guide kami undang test food GRATIS !
    "






















    BalasHapus

Related Posts with Thumbnails