Senin, 08 November 2010

Gunung Guntur

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Gunung Guntur adalah sebuah Gunung yang terletak diwilayah Jawa Barat dengan ketinggian 2.249 mdpl.
Untuk mendaki Gunung Guntur, kita bisa melalui jalur curug Citis, yang berada dikampung Citis, Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut. Jalur ini merupakan jalur terpendek pendakian dan termudah. Jalur ini selain melewati air terjun dan curug Citis anda juga melewati penambangan pasir yang beroperasi sejak tahun 1960 an. 
 
Gunung Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunung api yang disebut dengan Komplek Gunung Guntur. Komplek Gunung Guntur ini terdiri atas beberapa kerucut, yaitu Gunung Masigit (2249) yang merupakan kerucut tertinggi. Ke arah tenggara dari Gunung Masigit terdapat kerucut Gunung Parukuyan (2135m), Gunung Kabuyutan (2048) Dan Gunung Guntur.

Gunung Guntur dapat dicapai dari Kota Bandung menuju Kota Garut (55 km) dengan waktu tempuh 2 jam. Pendakian ke puncak/kawahnya dapat dilakukan dari Kampung Citiis sebelah selatan Gunung Guntur, dengan waktu tempuh 3 - 4 jam. Untuk menuju Kampung Citiis bisa dilakukan dari Kota Garut (3 km) dengan menggunakan kendaraan roda 4 (empat).

Pemukiman di sekitar Gunung Guntur umumnya berada pada ketinggian 600m - 1000m dpl. Pemukiman ini sebagian besar terkonsentrasi di kaki tenggara dan selatan serta sebagian kecil di kaki timur danutara

Sumber daya gunung api yang bisa dimanfaatkan adalah mata air panas di Cipanas, Tarogong Garut dan bahan galian (batu, pasir) yang terdapat di Kampung Citiis, Cikatel dan Rancabango. Daerah Wisata yang menarik untuk dikunjungi adalah mata air panas di Cipanas, dengan fasilitas pemandian, kolam renang dan hotel serta pemandangan alam yang menarik dan juga ada air terjun dan tempat perkemahan di atas Kampung Citiis.
 
 
Bila anda dari Jakarta anda bisa menaiki bus jurusan Garut. Ada dua arternatif disini, anda bisa menaiki bus jurusan Jakarta Garut yang melewati tol Cipularang, turun diterminal Garut, lalu naik angkot jurusan Cipanas, turun di gerbang kampong Citis, dengan waktu tempuh lebih singkat. Atau bisa juga menaiki bus jurusan Garut Via Puncak, langsung turun didesa Citis, dengan waktu tempuh lumayan jauh. Dari gerbang Citis anda bisa langsung menuju kampung Citis dengan menaiki ojek atau berjalan kaki, jarak tidak jauh hanya 15 menit menaiki ojek dengan tarif 10 ribuan. Ia akan mengantarkan kita kerumah kepala desa untuk meminta ijin pendakian dengan menyerahkan foto copy KTP dan uang restribusi pendaki sekedarnya biasa berkisar antara Rp. 3.000 – Rp 5.000. Setelah itu ia akan mengantarkan kita tempat yang telah disepakati biasanya sampai penambangan pasir.
 

 
Di curug Citis udara sangat sejuk dan disini pula anda harus mengisi air persediaan pendakian karena anda akan kesulitan menemui mata air disepanjang jalur pendakian, setelah curug Citis anda naik kearah padang savanna, bukan lagi jalur hutan seperti sebelumnya. Disarankan menggunakan kaos lengan panjang karena untuk menghindari sengatan sinar matahari juga melindungi dari semak dan ilalang yang tumbuh di sepanjang jalur pendakian. Medan pendakian semakin lama semakin menanjak dengan tingkat kemiringan 45 – 75 derajat. Setelah mencapai pincak pertama yang terdapat sebuah bibir kawah di sini anda bisa melihat keindahan kota Garut, dan puncak kedua dengan jelas begitu pula dengan jalurnya.
 
 
Puncak kedua juga didomisili dengan padang savanna, setelah sedikit menurun, jalur yang anda lewati akan sangat terjal dengan tingkat kmiringan 45, Tidak sampai 40 menit anda sudah bisa berada di puncak gunung Guntur ( 2.249 mdpl ).
 
Gunung Guntur (yang sebenarnya tidak memiliki puncak tunggal, melainkan terdiri dari beberapa puncak gunung) memiliki puncak ketinggian sekitar 2249 m di atas permukaan laut. Untungnya (atau sayangnya?), puncak Guntur dan Masigit bukanlah tujuan utama kami, melainkan kawah-kawah di sekitar puncak gunung tersebut yang menjadi tujuan utama kami.

jalur pendakian yang berpasir-kerikil menuju  gunung Guntur


Hari pertama, kami menetapkan gunung Guntur sebagai tujuan awal kami. Perjalanan dimulai dari desa Sukakarya (Samarang) yang terletak di sisi selatan gunung Guntur, menuju Cikahuripan. Dari Cikahuripan langsung menuju gunung Guntur. Jalur tersebut memiliki kemiringan yang cukup landai dan sebagian besar jalur merupakan ruang terbuka padang rumput savanna, sedangkan bagian hutan hanya sedikit yaitu menjelang sampai di lembah gunung Guntur. Di sebagian jalur tersebut juga beririsan dengan jalur pasir kerikil bekas aliran lava, dan tidak ditemukan sumber air selain di Cikahuripan tadi. Perjalanan melalui jalur ini membutuhkan waktu sekitar 4 jam.

Sementara di hari kedua, kami menuju gunung Masigit yang dimulai dari desa Dano (Leles) yang terletak di sebelah timur-laut gunung Masigit. Medan pendakian kali ini lebih terjal dari hari pertama sehingga lebih menguras tenaga. Selain itu, jalur ini tidak melewati padang terbuka, tetapi melalui hutan dan di beberapa tempat terdapat sumber air. Meskipun menguras tenaga, lama pendakian sedikit lebih singkat daripada pendakian hari pertama, yaitu “cukup” tiga jam saja. Dari kedua puncak kedua gunung tersebut, kita dapat melihat keindahan bentang alam dan kota Garut dari kejauhan. Kalau sudah begini, rasanya segala kepenatan mendaki gunung terbayar sudah.
pemandangan kawah Miring di gunung Guntur

pemandangan dari atas gunung Guntur

pemandangan dari gunung Masigit

kawah Kukus di gunung Masigit
 
Sumber: www.geochemist.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails