Minggu, 23 Januari 2011

Kongres PSSI, Kongres Mahar?

 
 
Malah Dipenuhi Pujian untuk Nurdin Halid

Indikasi bahwa Kongres tahunan PSSI di Bali "sudah dikondisikan" untuk mendukung sang Ketua Umum Nurdin Halid, semakin kuat tercium. Setidaknya, ini bisa dilihat dari pendapat hampir semua pengurus pengprov PSSI dan pengurus klub yang hadir di acara itu, yang rata-rata memuji prestasi Nurdin.

"Paparan Ketua Umum PSSI soal prestasi dan program di tahun 2010 layak diacungi jempol," kata Sabaruddin Labamba, Ketua Pengprov Sulawesi Tenggara (Sultra) ketika ditemui kemarin di sela break acara kongres yang dihelat di Pan Pacific Nirwana Bali Resort. Sabar (panggilan akrab Sabaruddin) ditemui usai agenda laporan pertanggungjawaban pengurus PSSI yang hari itu langsung dibacakan Nurdin.

Sabar lantas memuji pelaksanaan Piala AFF 2010. "Ratusan ribu penonton memadati Gelora Bung Karno mendukung timnas. Walau gagal juara, tapi timnas bermain apik," kata Sabar.

Dia lantas menyebut kompetisi berkelanjutan dari level amatir hingga profesional yang berhasil digelar pada era Nurdin. Meski PS Kendari, klub PSSI Sultra, hanya bermain di level Divisi III, namun rakyat Sultra tetap mencintai klub daerahnya. "Buktinya jika PS Kendari bermain, penonton selalu memadati stadion," katanya.

Adi Palla juga sepaham dengan Sabar. Sekum PSSI Gorontalo itu mengaku memberikan jempol atas usaha Nurdin membesarkan kompetisi. "Persigo Gorontalo yang bermain di Divisi Utama sudah dikenal di seluruh Indonesia. Ini juga berkat kompetisi dari Pak Nurdin," kata Adi.

Dia justru menyayangkan lahirnya kompetisi di luar PSSI. Adanya Liga Primer Indonesia (LPI) dianggap memecah belah kompetisi yang ada. "Lihat saja, suporter pun bingung mau mendukung klub mana. Contoh Persebaya Surabaya. Satu di Divisi Utama, dan satu di LPI," terang Adi. Kecaman terhadap pelaksanaan LPI sebelumnya juga disuarakan Nurdin di arena Kongres Jumat lalu (21/1).

Dari penelusuran Jawa Pos, wajar jika rata-rata peserta kongres memuji-muji Nurdin Halid. Rupanya demi mendapat dukungan dari peserta kongres, harus ada mahar yang dibayar Nurdin Cs. Salah satu perwakilan daerah yang enggan dikorankan namanya menyebut, panitia sangat memanjakan peserta kongres. Pelayanan akomodasi yang diberikan PSSI sungguh menggiurkan. Mulai dari tiket PP (pulang-pergi), fasilitas hotel mewah, dan uang saku yang kabarnya hingga mencapai Rp 50 juta.

"Lha, bagaimana kami tak mencalonkan Pak Nurdin lagi sebagai ketua kalau beliau sangat memanjakan daerah," ungkap sumber tersebut dengan santainya.

Toni Tobias, ketua Persija Jakarta, juga mengakui, bahwa dia disodori surat untuk mendukung Nurdin hingga akhir jabatan. "Saya atas nama Persija menandatangani surat itu. Menurut saya, Nurdin adalah sosok ideal untuk memimpin PSSI," ucap Toni.

Di sisi lain, Komisaris PT Persebaya Indonesia Saleh Ismail Mukadar yang berada di Bali untuk memantau dari luar pelaksanaan kongres itu, menyebut kongres tersebut penuh rekayasa. "Salah satu indikasinya pembagian hak suara yang amburadul," jelasnya.

Sebelumnya, PSSI memang mengirimkan surat undangan yang menerangkan bahwa pemegang hak suara berdasarkan hasil kompetisi 2008-2009. Tapi ketentuan itu belakangan diubah setelah Sekjen PSSI Nugraha Besoes beralasan salah ketik. Sehingga pemegang hak suara menjadi berubah berdasarkan kompetisi yang sedang berlangsung (2010-2011).

Upaya PSSI menghadang suara penentangan terhadap rezim Nurdin belum cukup di situ. Hingga detik-detik menjelang kongres, setiap perwakilan klub yang bersuara lantang juga langsung "diantisipasi". "Bagi yang bersuara vokal, statusnya dari peserta langsung diubah menjadi peninjau," terang Saleh.

Dia juga mencurigai adanya praktik money politic di balik kongres tersebut. Dia mencontohkan, janji-janji PSSI seperti subsidi Rp 2 miliar pada tim ISL dan pembagian saham ISL sebesar 99 persen untuk para kontestan, yang sudah tidak natural. "Jangan jadi money politik, ini penipuan tingkat tinggi," terangnya. Dia pun berharap presiden turun tangan atas hal tersebut.

Imron Abdul Fatah, perwakilan dari Perseba Bangkalan juga mengaku kecewa dengan kongres tersebut. Bahkan, Imron sempat meninggalkan arena kongres sebelum waktu selesai. "Saya mendukung PSSI 100 persen. Tapi, karena ada oknum (PSSI), saya pilih meninggalkan kongres," katanya. Sayangnya, Imron enggan berkomentar ketika ditanya apa yang dilakukan oknum tersebut.

Nurdin sendiri, ketika dikonfirmasi soal tuduhan miring pelaksanaan kongres, terutama soal pengkondisian kongres untuk mendukung dia, dengan tegas membantahnya. "Ini adalah kongres biasa, bukan raker pemilihan ketua umum," katanya.

Dia menambahkan, kalau pun ada di antara peserta kongres yang mendukung atau mencalonkan dia sebagai Ketua Umum periode 2011-2015, dia mengucapkan alhamdulillah. "Saya justru bersyukur kalau ada yang mau mendukung dan mencalonkan saya sebagai calon tunggal. Apalagi ada yang mengajukan melalui surat," ujar Nurdin lagi. 
 

Hasil Kongres Tahunan PSSI di Bali:
- Laporan pertanggungjawaban kerja dan laporan keuangan PSSI periode 2010 disetujui kongres.
- Rencana keuangan dan rencana kerja 2011 disetujui kongres.
- Tim sepak bola Indonesia ditarget meraih medali emas dalam SEA Games 2011.
- Pemaparan hasil dan rencana program timnas disetujui kongres.
- Pengesahan sanksi serta pencoretan enam klub oleh PSSI dan FIFA disetujui kongres. Enam klub itu adalah Persema Malang, Persibo Bojonegoro, PSM Makassar, Persma Manado, Gaspa Palopo, dan Persegi Gianyar.
- Sebanyak 23 klub diterima sebagai anggota baru PSSI yang akan berlaga di Divisi III musim 2011-2012.
- Ada pemekaran Divisi Utama sehingga menjadi empat wilayah yang terdiri atas 44 tim.
- Klub ISL mendapatkan 99 persen saham dan 1 persen lainnya menjadi milik PSSI.
- Per 2011, klub ISL mendapatkan subsidi Rp 2 miliar dan klub Divisi Utama memperoleh Rp 300 juta.
- Raker empat tahunan pemilihan Ketua PSSI dilakukan pada 19 Maret di Pulau Bintan.
 
Sumber: www.jpnn.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails