Sabtu, 09 Juli 2011

Susu Formula Bebas Bakteri Sakazakii



Kemenkes Tetap Himbau Pemberian ASI

Pemerintah memenuhi janjinya untuk membeber ke publik hasil survei cemaran mikroba Enterobacter Sakazakii (E. Sakazakii) dalam susu formula. Hasilnya, tidak ditemukan bakteri mematikan tersebut di dalam susu formula yang beredar tahun ini. Meskipun dinyatakan aman, masyarakat tetap dihimbau memberikan ASI (air susu ibu).

Hasil survei susu formula tersebut, dipaparkan di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Jumat (8/7). Hasil survei tersebut, diapaprkan langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih. Dia didampingi oleh Menkominfo Tifatul Sembiring, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kustantinah, dan Rektor IPB Herry Suhardiyanto.

Endang menjelaskan kajian cemaran bakteri Sakazakii yang dilakukan sejak Maret hingga Juni ini, berbeda dengan yang dilakukan oleh IPB. Hasil penelitian dari IPB tersebut, sempat membuat gempar karena memparkan pencemaran bakteri Sakazakii dalam susu formula. "Survei kami lakukan untuk produk-produk yang beredar pada tahun 2011," tandasnya.

Sementara penelitian IPB, dilakukan pada periode 2003-2006. Dan hasilnya dipublikasikan 2008. Hasil dari penelitian tersebut, 22 merek susu formula tercemar bakteri Sakazakii. Dalam penelitiannya, kandungan cemaran sakazakii dalam susu formula mencapai 22,73 persen.

Hasilnya, Endang menuturkan jika seluruh merek dagang susu formula yang telah disurvei negatif atau tidak tercemar bakteri Sakazakii. Sehingga, susu formula aman dikonsumsi. Survei ini dilakukan pada 47 merek dagang susu formula untuk bayi 0-6 bulan.

Meskipun aman, Endang menghimbau bayi tetap diberikan ASI eksklusif. ASI bisa diberikan hingga bayi berumur 6 bulan, dan diteruskan lagi hingga berusia 2 tahun. "Kecuali dalam keadaan darurat, dan tidak bisa mengkonsumsi ASI," kata dia.

Selain itu, dia juga menghimbau masyarakat lebih memperhatikan penyajian susu formula. Di antaranya, memperhatikan kemasan dan kadaluarsa. Tidak ketinggalan, untuk menjaga kebersihan botol dan dot susu.

Teknis survei terhadap 47 merek dagang susu formula untuk bayi 0-6 bulan dipaparkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemenkes Trihono. Dia menjelaskan, tujuan penelitian cemaran bakteri Sakazakii yang pernah dilakukan IPB adalah untuk Isolasi.

"Hasilnya adalah isolat bakteri. Dalam proses penelitiannya, peneliti berburu bakteri (Sakazakii)," kata dia. Untuk berburu bakteri tersebut, terang Trihono, susu formula yang diteliti di-basi-kan beberapa kali. Hasil penelitian dengan tujuan isolasi ini, tidak dapat dipublikasikan.

Sedangkan dalam survei atau penelitian Kemenkes, hasil penelitiannya mencerminkan ada atau tidak pencemaran bakteri Sakazakii. "Informasi nama atau merek bisa dipublikasikan," tambah Trihono.

Dalam pelaksanaannya, tim dari Kemenkes, IPB, dan BPOM, mengambil sample dari seluruh merek dagang susu formula yang sudah terdaftar dan dipasarkan tahun ini. Seluruh sample dari 47 merek dagang susu formula yang disurvei, diambil secara acak di pasar tradisional hingga di swalayan. Trihono juga menjelaskan, survei ini telah melakukan pengujian laboratorium.

Sementara itu, pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) yang bertindak sebagai kuasa hukum Kemenkes dan BPOM siap melawan jika ada permintaan eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Pernyataan tersebut, disampaikan langsung oleh Direktur Perdata Kejagung Faidoni.

Dia menuturkan, hingga sekarang belum ada permintaan dari panitera untuk melakukan eksekusi putusan Mahkamah Agung (MA). Dalam putusannya, MA menghukum Kemenkes, BPOM dan IPB untuk membuka hasil penelitian 2003-2006 kepada publik. "Masih ada upaya untuk melakukan peninjauan kembali (PK)," tutur Faidoni. Tapi, dia tidak mau membeber dasar pengajuan PK tersebut.

Faidoni menegaskan, pihaknya tidak akan memakai hasil survei atau penelitian "baru" ini. Sebab, yang diperkarakan adalah penelitian IPB yang rampung pada 2006 silam.

Endang melanjutkan, upaya survei yang telah ia lakukan sudah bisa menjawab kekhawatiran publik terhadap cemaran bakteri Sakazakii dalam susu formula. Tapi, terkait persoalan hukum yang masih belum rampung, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Kejagung.


Inilah Merek Susu Yang Dinyatakan Bebas E. Sakazakii:


Merek Dagang                               Produsen/Importir

1. AL 110                                       PT Nestle Indonesia
2. Anmum Infacare                         PT Fonterra Brands Indonesia
3. Bebelac 1                                   PT Nutricia Indonesia Sejahtera
4. ENFAMIL                                  Mead Johnson Nutrition (Filipina)
5. Enfamil                                        PT Mead Johnson Indonesia
6. Enfamil A+                                  PT Mead Johnson Indonesia
7. Enfamil A+                                  PT Mead Johnson Indonesia
8. Enfamil A+HA                            PT Mead Johnson Indonesia
9. Enfamil A+O-Lac                       PT Mead Johnson Indonesia
10. Enfamil A+PF                           PT Mead Johnson Indonesia
11. Frisian Flag Tahap 1                  PT Frisian Flag
12. Isomil Advance                         PT Abbott
13. Lactogen 1 Klasik                     PT Nestle Indonesia
14. Lactogen Gold 1                        PT Nestle Indonesia
15. Lactona 1                                  PT Mirota KSM INC
16. Morinaga BMT                          PT Kalbe Morinaga Indonesia
17. Morinaga BMT Platinum 1         PT Kalbe Morinaga Indonesia
18. Morinaga NL-33                       PT Kalbe Morinaga Indonesia
19. NAN                                         PT Nestle Indonesia
20. NAN 1                                      PT Nestle Indonesia
21. NAN-1                                      Nestle Philippines INC
22. NEOCATE                                SHS International Ltd
23. Neosure                                     PT Abbott
24. Nutricia Bebelac                         PT Nutricia Indonesia Sejahtera
25. Nutricia Nutrilon                         PT Nutricia Indonesia Sejahtera
26. Nutrilon                                      PT Nutricia Indonesia Sejahtera
27. Nutrilon Hypo Allergenic            PT Nutricia Indonesia Sejahtera
28. Nutrilion Less Lactose                PT Nutricia Indonesia Sejahtera
29. Nutrion Pepti Junior                   PBM Nutritionals
30. Nutrilon Premature                     NV Nutricia
31. Nutrilon Royal                            PT Nutricia Indonesia Sejahtera
32. Nutrilon Royal 1                         PT Nutricia Indonesia Sejahtera
33. Nutrilon Soya                             PT Nutricia Indonesia Sejahtera
34. Pre Nan                                     PT Nestle Indonesia
35. Progestimil                                 PT Mead Johnson Indonesia
36. Prosobee                                   PT Mead Johnson Indonesia
37. S-26                                          PT Wyeth Indonesia
38. S-23 Gold                                 PT Wyeth Indonesia
39. S-26 PDF Gold                         PT Wyeth Indonesia
40. SGM 1 Presinutri                       PT Sari Husada
41. SMG BBLR                               PT Sugizindo
42. SGM BBLR 0-6 bulan               PT Sari Husada
43. SGM LLM                                 PT Sari Husada
44. Similac Advance                         PT Abbott
45. Susu Bimbi 1                              PT Natania Kasih Karunia, Pasuruan
46. Vitalac BL                                  PT Sugizindo Bogor
47. Vitalac Step 1                            PT Sari Husada

Keterangan:
- Seluruh merek dagang di atas sudah memiliki nomor pendaftaran
- Selain merek diatas, susu formula untuk bayi tidak terdaftar

Sumber: Paparan Kementerian Kesehatan 

www.jpnn.com (09 juli 2011)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails