Kamis, 05 Mei 2011

Para Tetangga Mengenang Osama

Para Tetangga Mengenang Osama
 Para Tetangga Mengenang Osama


Sudah sejak lama para tetangga sekitar rumah mewah kediaman sekaligus lokasi persembunyian pentolan Al Qaeda Osama bin Laden merasakan sejumlah kejanggalan.

Tidak hanya bentuk dan arsitektur bangunan yang serba tertutup itu, tetapi juga cara hidup para penghuni yang tertutup dan juga tidak lazim.

Dari beberapa tetangga dan warga sekitar mengaku hanya mengenal satu-dua orang dari sejumlah orang dewasa yang tinggal di dalam rumah Osama tersebut.

Salah satunya pria berpenampilan rapi dan berkumis, berusia sekitar 40 tahun, Arshad Khan. Selain Arshad, juga ada seorang pria lain berusia 30-an tahun bernama Tareq Khan, saudara sepupu Arshad.

Selain kedua pria itu, para tetangga mengaku tahu masih ada tiga perempuan berpakaian burqa dan sembilan anak berusia dua hingga 12 tahun. Banyak tetangga tidak pernah melihat pria bernama Osama bin Laden.

Arshad mengaku bekerja sebagai pedagang emas dan mata uang asing. Namun, di kesempatan lain dia mengaku pemilik salah satu hotel di Dubai, yang diurus pamannya. Arshad mengaku hanya tinggal menerima kiriman uang secara rutin dari hasil keuntungan bisnis hotel itu.

Dari sejumlah gosip dan rumor yang muncul di kalangan tetangga, para penghuni rumah itu juga sempat dicurigai sebagai lokasi persembunyian penyelundup asal Peshawar atau anggota gembong narkotika.

”Rumor semacam itu sempat beredar. Kalau bukan penyelundup, mereka pasti kaya dari bisnis serbuk putih (heroin). Makanya mereka mampu membangun rumah besar dan mewah. Akan tetapi, semua juga tahu, ketika rumor seperti itu muncul, warga memilih membiarkan dan menjauh saja,” ujar Hussain Jaffri, salah seorang warga sekitar.

Anak-anak yang tinggal dan biasa bermain di sekitar rumah persembunyian Osama itu pun juga mengaku merasakan kejanggalan. Nabeel (12), yang biasa bermain kriket di lapangan sekitar rumah mewah misterius itu bersama teman-temannya, juga punya kenangan.

Nabeel bercerita, setiap kali ada salah seorang dari mereka melempar bola hingga masuk ke halaman rumah itu, salah seorang penghuni rumah keluar dan memberi mereka uang sekitar 100-150 rupee untuk membeli bola baru.

Penghuni rumah memang tidak pernah membiarkan orang keluar-masuk dengan bebas ke dalam. Mereka bahkan memasang kamera pengawas di bagian gerbang depan. Seorang penjual susu pun terbiasa meletakkan begitu saja botol-botol susu yang diantarnya di depan rumah untuk kemudian diambil sendiri oleh salah seorang penghuni rumah.

Nabeel juga mengaku merasa aneh melihat sejumlah anak yang tinggal di dalam rumah tidak pernah diperbolehkan keluar dan ikut bermain bersama mereka. Lebih parah lagi, dia mengaku tidak pernah melihat satu pun dari anak-anak itu yang bersekolah.


Keluar tanpa tujuan

Dalam kesempatan terpisah, Mohammed Qasim, putra seorang petani yang tinggal tidak jauh dari rumah itu, menceritakan, setiap pagi para wanita yang tinggal di dalam rumah mewah tersebut keluar membawa anak-anak dengan menggunakan mobil van merah Suzuki keluaran tahun 1987.

”Tidak jelas apakah mereka membawa anak-anak itu untuk bersekolah atau ke tujuan lain. Saya juga hanya mengenal dua orang anak, masing-masing bernama Abdur Rahman dan Khalid, yang berusia enam dan tujuh tahun,” ujar Qasim.

Walau ada banyak kejanggalan, kondisi seperti itu tidak lantas membuat orang melakukan sesuatu untuk mencari kejelasan. Tidak juga para aparat intelijen Pakistan, yang dikenal sangat ditakuti lantaran bisa menangkap dan menahan siapa saja yang dicurigai.

Malahan mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengaku, saat masih menjabat dia kerap berjoging melewati kawasan dan rumah tempat persembunyian Osama tadi setiap kali dia tengah berada atau berlibur di kota Abbottabad.

Kota yang berjarak sekitar 60 kilometer arah utara dari ibu kota Pakistan, Islamabad, itu memang dikenal sebagai resor wisata favorit para ekspatriat dan orang kaya di Pakistan. Kota itu juga menjadi tempat Akademi Militer Kakul yang terkenal.

Seperti juga terjadi di Indonesia dalam beberapa kesempatan pasca-penangkapan sejumlah pentolan pelaku teror macam Dr Azhari dan Noordin M Top oleh aparat keamanan, warga sekitar mengaku terkejut. Mereka belakangan mengaku memang ada yang janggal, tetapi tidak melakukan apa-apa. 

(THE TELEGRAPH/THE NEW YORK TIMES/HERALD SCOTLAND/BELFAST TELEGRAPH/AP/REUTERS/DWA)

Sumber: www.kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails