Rabu, 21 September 2011

Buah-buahan Langka Asli Indonesia



Buah-buahan ini memang bisa di bilang langka, karena dari katanya saja 
kita merasa asing dan sudah tidak pernah mendengar.

Nah, kalau kamu sudah pernah mencoba buah ini, pasti sangat senang, 

karena buah ini sudah termasuk langka.


1. Menteng (Baccaurea racemosa)


Rasanya asam-asam manis. Daging buahnya sangat sedikit karena bijinya besar. 
Buah ini banyak terdapat di Bogor dan sekitarnya. Di Jawa Tengah, menteng 
disebut dengan mundung.
 
Menteng, kepundung, atau (ke)mundung adalah pohon penghasil buah dengan
nama sama yang dapat dimakan. Sekilas buah menteng mirip dengan buah
duku namun tajuk pohonnya berbeda. Rasa buahnya biasanya masam (kecut)
meskipun ada pula yang manis.

Menteng dulu biasa ditanam di pekarangan namun sekarang sudah sulit
ditemui akibat desakan penduduk dan penanaman tanaman buah lain yang
lebih disukai. Tumbuhan ini asli dari Pulau Jawa. Di sekitar Jakarta
dan Bogor kadang-kadang masih ditemukan penjual buah menteng.



2. Kemang (Mangifera caesia)


Buah kemang sejenis mangga, apabila telah matang berwarna kuning kecoklat-coklatan. 
Buah ini mengeluarkan aroma seperti terpentin. Daging buah berwarna kuning,
mengandung banyak cairan dengan rasa asam manis. Buah yang masak dapat 
dimakan segar, sedang buah yang hampir masak biasanya dimakan untuk campuran 
rujak. 

Daunnya yang masih muda dapat digunakan untuk lalap. Kemang menyebar 
secara alami di Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung Malaya, dan banyak 
dibudidayakan di Jawa bagian barat, terutama dekat Bogor. Tumbuhan ini terutama 
menyebar di dataran rendah di bawah 400 m, jarang hingga 800 m dpl. 
Jenis ini tahan terhadappenggenangan, dan seringkali didapati dekat tepi sungai.

3. Gandaria (Bouea macrophylla Griffith)


Adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia.
Tanaman ini tumbuh di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di Sumatera dan 
Thailand.

Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Buah gandaria berwarna hijau 
saat masih muda, dan sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria.
Buah gandaria yang matang berwarna kuning, memiliki rasa kecut-manis
dan dapat dimakan langsung. Daunnya digunakan sebagai lalap. 
Batang gandaria dapat digunakan sebagai papan.


4. Kecapi (Sandoricum koetjape)


Kecapi, sentul atau ketuat adalah nama sejenis buah dan juga pohon penghasilnya. 
Kecapi diperkirakan berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya. 
Berabad-abad yang silam, tumbuhan ini dibawa dan dimasukkan ke India, Indonesia 
(Borneo, Maluku), Mauritius, dan Filipina, di mana tanaman buah ini kemudian 
menjadi populer, ditanam secara luas dan mengalami naturalisasi.
Pohon ini ditanam terutama karena diharapkan buahnya, yang berasa manis
atau agak masam. Kulit buahnya yang berdaging tebal kerap dimakan dalam 
keadaan segar atau dimasak lebih dulu, dijadikan manisan atau marmalade.

Kayu kecapi bermutu baik sebagai bahan konstruksi rumah, bahan perkakas 
atau kerajinan, mudah dikerjakan dan mudah dipoles. Berbagai bagian pohon kecapi
memiliki khasiat obat. Rebusan daunnya digunakan sebagai penurun demam. 
Serbuk kulit batangnya untuk pengobatan cacing gelang. Akarnya untuk obat kembung, 
sakit perut dan diare; serta untuk penguat tubuh wanita setelah melahirkan. Kecapi 
ada dua macam, yakni dengan daun tua sebelum gugur berwarna kuning dan yang 
berwarna merah. Dahulu, kedua varietas ini dianggap sebagai spesies yang berbeda.


5. Bisbul (diospyros blancoi)

Bisbul adalah nama sejenis buah beserta pohonnya. Tumbuhan ini berkerabat 
dekat dengan kesemek dan kayu hitam.

Nama-nama lainnya adalah buah mentega (bahasa Melayu, merujuk pada 
daging buahnya ketika masak), kamagong, tabang atau mabolo (Tagalog, merujuk 
pada kulit buahnya yang berbulu halus), marit (Thailand), dan velvet apple (Inggris).

Buah bisbol berbentuk bulat, agak pipih. Kulit buah berwarna merah
muda, atau jingga kekuning-kuningan dengan bulu halus berwarna kemerahan. 
Berbau seperti mentega. Biji berwarna coklat.


6. Burahol/Kepel (Stechocarpus burahol)


Adalah flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Buah kepel dikenal 
sebagai buah meja (santapan wajib) kegemaran puteri kraton di Jawa karena 
menyebabkan keringat beraroma wangi. Bentuk buah burahol bulat lonjong 
atau kebulatan, bagian pangkal agak meruncing. 
Warnanya coklat keabu-abuan, kalau sudah tua berubah menjadi coklat tua. 
Daging buah agak kekuningan sampai kecoklatan, rasa manis, 
membungkus biji yang berukuran cukup besar. Buah masak dimakan segar, 
dan setelah makan buah ini pengeluaran air seni menjadi lancar. Selain itu, 
bau keringat menjadi wangi, bau napas menjadi harum.

7. Jambu Mawar (Eugenia jambos)


Jambu mawar alias jambu kraton adalah anggota suku jambu-jambuan atau 
Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara, Dinamai demikian karena 
buah jambu ini memiliki aroma wangi yang keras seperti mawar.

Buah berbentuk hampir bulat, agak lonjong atau melebar pada dasarnya. 
Garis tengahnya 4 – 5 cm. Bila sudah masak warnanya kuning pucat atau 
kehijau-hijauan, dengan kulit licin dan agak keras. Warna bijinya coklat. 
Buah yang sudah masak bisa dimakan segar atau dimasak dulu dicampur 
dengan buah lainnya serta gula untuk dibuat selai atau jeli.

8. Lobi-lobi (Flacourtia inermis)


Buah lobi-lobi berukuran kecil, bentuknya agak bundar. Yang sudah masak 
warnanya merah tua, rasanya asam atau manis, kadang-kadang kelat 
dengan biji banyak. Buah yang sudah masak digunakan untuk bahan 
pembuat rujak, sirup, sele, buah kalengan, asinan dan manisan.

9. Rukem (Flacourtia rukem)


Buah berbentuk bulat, daging buahnya tebal dan mengandung cairan. 
berbiji banyak. Dapat dimakan dalam keadaan segar, dan dapat pula dibuat rujak. 
Bisa juga dibuat manisan dan asinan. Buah yang masihBuah yang masak 
berwarna merah kehitaman. Rasanya asam-asam manis,dan muda dapat 
digunkan sebagai obat, dan daun mudanya bisa untuk lalap.


10. Sawo Durian (Chrysophyllum cainito)


Buah sawo durian hijau yang telah tua kulitnya hijau keputihan dan jika masih 
muda warnanya hijau muda. Sedang daging buahnya lunak dan berwarna putih 
susu bila telah masak. Sawo durian merah mula-mula berwarna hijau, lalu berubah 
kemerahan dan lantas menjadi keunguan di saat mencapai kematangannya. 
Daging buah berwarna putih susu seperti sawo durian hijau. Hanya saja di bagian 
tepinya, bila dibelah, akan tampak warna keunguan.

11. Sawo Kecik (Manilkara kauki)


Buah berbentuk bulat telur berukuran kecil. Buah yang masak enak dimakan, 
rasanya manis, kadang-kadang sedikit sepet. Kulitnya sangat tipis, dan mudah 
mengelupas. Buahnya selain dapat dimakan, kayunya yang keras dan kuat sangat 
baik untuk dibuat patung, perabot rumah tangga, alat-alat pertukangan, tiang 
penyangga rumah, dan sebagainya.

12. Terap (Artocarpus odoratissimus)


Pohon ini terutama ditanam karena buahnya, yang dimakan dalam keadaan 
segar atau diolah sebagai kue-kue. Buah terap harus segera dimakan dalam 
beberapa jam setelah dibuka, karena baunya yang harum cepat berkurang 
dan warnanya dapat berubah karena teroksidasi. 

Biji terap juga dapat dimakan setelah dipanggang atau direbus dengan garam. 
Terap dapat tumbuh sejak daerah dekat pantai hingga ketinggian
sekitar 1000 m dpl.
Pohon ini menyenangi tanah liat berpasir dan wilayah dengan curah hujan
cukup tinggi dan merata. Buah biasa didapati di awal musim hujan,
antara Agustus hingga Januari bergantung pada lokasinya.


13. Jambu Bol (Syzygium malaccense)


Buah jambu bol biasa disajikan sebagai buah meja. Jambu bol, bersama 
dengan jambu air dan jambu semarang atau jambu cincalo memiliki pemanfaatan 
yang kurang lebih serupa dan dapat saling menggantikan. Buah-buah ini umumnya 
dimakan segar, atau dijadikan sebagai salah satu bahan rujak. Aneka jenis jambu 
ini juga dapat disetup atau dijadikan asinan. Karena rasa dan aromanya, 
jambu bol pada umumnya lebih disukai orang dan karena itu harganya juga 
umumnya lebih tinggi daripada jambu air atau jambu semarang. 
Kulit batangnya digunakan sebagai obat sariawan. Sedangkan kayunya 
yang keras dan kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, 
asalkan tidak kena tanah.

14. Jamblang (Syzygium cumini)


Buah jamblang biasa dimakan segar. Di India dan Filipina, seperti juga 
kebiasaan di beberapa daerah di Indonesia, buah jamblang yang masak 
dicampur dengan sedikit garam dan kadang-kadang ditambahi gula, 
lalu dikocok di dalam wadah tertutup (biasanya dua mangkuk ditangkupkan) 
sehingga lunak dan berkurang sepatnya. Buah yang kaya vitamin A dan C 
ini juga dapat dijadikan sari buah, jeli atau anggur. Di Filipina, anggur 
jamblang diusahakan secara komersial. 
Pohon jamblang juga sering ditanam sebagai pohon peneduh di pekarangan
dan perkebunan (misalnya untuk meneduhi tanaman kopi), atau sebagai 
penahan angin (wind break). 
Bunga-bunganya baik sebagai pakan lebah madu.

15. Buni (Antidesma bunius)


Adalah pohon penghasil buah yang dapat dimakan. Buah buni kecil-kecil 
berwarna merah, dan tersusun dalam satu tangkai panjang, menyerupai rantai. 
Buni termasuk tumbuhan yang sudah jarang dijumpai di pekarangan. 
Buahnya dapat dimakan sebagai buah meja, dibuat selai, atau difermentasi 
menjadi minuman alkohol di Filipina dan Jawa. 
Nama-nama lainnya: Boni, huni (Sunda), wuni (Jawa), bignai (Filipina).


16. Ciremai (Phyllanthus acidus)


Ceremai tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang, 
Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berseling warna hijau muda, 
bentuk bulat telur, panjang 2 – 7 cm, lebar 1,5 – 2 cm, helaian daun tipis
tegar, ujung runcing, pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, pertulangan menyirip 
(pinnate), tidak memiliki daun penumpu, permukaan halus,
tidak pernah meluruh. 
Bunga majemuk, bentuk tandan (racemus), muncul di sepanjang batang
dan cabang, 
kelopak berbentuk bintang (stellatus), mahkota berwarna merah muda. 
Buah batu (drupa), bulat, panjang 1,2 - 1,5 cm, warna kuning muda,
bentuk biji bulat pipih, berbiji 4 – 6, berwarna cokelat muda, rasanya asam.
Akar tunggang.


17. Kawista


Buah ini khas dari Kabupaten Rembang dan sudah termasuk buah yang
langka di jaman ini. Buah lawis ini katanya hanya bisa hidup di tanah yang
mengandung 
kapur.
Selain di Rembang, dapat juga dijumpai di Juwana-Kabupaten Pati.
Aromanya khas, bentuknya seperti melon, tapi lebih kecil dan
tempurungnya keras. 
Sering juga disebut Java Cola karena rasanya yang mirip cola.
Buah ini kalau sudah matang, diolah menjadi sirup dan limun (minuman
bersoda). 
Bisa juga dimakan langsung dengan dicampur gula atau dibuat semacam
es blewah.

18. Matoa (Pometia pinnata)


Pohon matoa dapat tumbuh tinggi dan memiliki kayu yang cukup keras. 
Rasa buahnya adalah campuran antara rambutan, durian, dan kelengkeng. 
Buahnya berbentuk lonjong dan seukuran buah pinang, ketika muda
berwarna hijau dan setelah matang berwarna hijau kekuningan. 
Tumbuhan ini adalah flora identitas Provinsi Papua Barat.

19. Murbei (Morus australis Poir)


Nama daerah: Kitau; Kerto; Babasaran; Bebesaran; Murbei; Lampaung;
Mempaung
Buah murbei yg berwarna merah berasa manis asam, tumbuhan ini berbentuk
semak-semak, biasanya ditemui di dataran tinggi.
Sumber: http://akriemaulana.blogspot.com

1 komentar:

  1. Terima kasih atas info buah-buah langkanya, dan semoga ke depan buah ini terus dibudidayakan, sehingga anak cucu kita bisa mengenalnya dengan baik dan juga ikut melestarikan serta memproduksinya. Rasanya sangat sayang, kalau buah-buahan ini menjadi punah. Semoga saja tdk demikian. Yang menarik dari tulisan ini bagi saya khususnya tentang buah Kawista. Kalau ingat buah ini, saya terkenang masa kecil, dimana di depan rumah (Ibu Ua, almarhumah) ada dua buah pohon kawista ini. Tks.

    BalasHapus

Related Posts with Thumbnails