Jumat, 11 Maret 2011

Kisruh Koalisi Pemerintah, Berartikah untuk Kami (Rakyat)?

Reshuffle kabinet
Reshuffle kabinet

Sedikit terlintas suatu ketidakpuasan dibenak kita sebagai rakyat ketika membaca judul di atas bahwa apa yang tertulis memang benar adanya. Lagi-lagi bangsa ini terwarnai oleh isu-isu politik yang tidak dapat memberi pencerdasan kepada kita, rakyatnya sendiri. Isu-isu mengenai koalisi pemerintahan yang dikabarkan sedikit tidak harmonis menjadi bahan yang hampir tiap hari disuguhkan oleh media kepada masyarakat. Apakah kesemua itu berarti bagi kita (rakyat) yang sama sekali tidak begitu tertarik akan hal itu.

Jawaban yang paling mungkin terucap dari mulut kita (rakyat) adalah bahwa semua isu politik nasional saat ini mengenai koalisi dalam tubuh pemerintahan, sama sekali tidak mencerdaskan bangsa ini. Akan tetapi entah mengapa isu retaknya koalisi pemerintah inilah yang menjadi trending topic pemberitaan di tiap media.

Mungkin para awak media dalam memberitakannya bertujuan untuk memberikan pelajaran politik kepada masyarakat. Tetapi sekali lagi ditekankan bahwa hal tersebut sangat tidak penting bagi mereka. Banyaknya hal yang lebih penting yang harus mereka pikirkan, tentang kesejahteraan mereka, tentang masa depan pendidikan anak-anak mereka, tentang harapan akan lapangan pekerjaan yang sangat berarti bagi mereka di kemudian hari.

Kedewasaan para eksekutif serta antek-anteknya dan oknum-oknum legislatif saat ini sedang benar-benar diuji. Terkait isu politik yang saat ini sedang beredar, sangat dituntut kepada mereka untuk berpikir jernih dan bertindak dengan baik agar isu permasalah ini tidak semakin keruh. Dengan sendirinya masyarakat bisa menilai bahwa akan terlihat nanti kelompok-kelompok yang memang mempunyai kepentingan dengan isu ini sehingga isu kemanusiaan lain yang harusnya menjadi bahasan penting pada pemberitaan tiap media menjadi redup, kalah pamor oleh isu politik ini.

Kembali ditekankan bahwa isu retaknya koalisi pada tubuh pemerintahan ini sudah sangat mengganggu rakyat. Rakyat pun sudah tidak tertarik dengan retorika dan permainan isu yang menjadi senjata andalan bagi kelompok tertentu dalam pengalihan isu yang seharusnya menjadi bahasan. Kami (rakyat) hanya mengaharapkan kedewasaan para eksekutif dan legislatif untuk segera kembali berpikir untuk bagaimana menyejahterakan rakyatnya bukan berebut kursi panas yang pada dasarnya kursi panas tersebut akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak nanti.

Ahmad Mujahid  

Sedang Study S1 di Universitas Indonesia Jurusan Matematika

Sumber: politik.kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails