Selasa, 13 September 2011

Kepala Ikan Manyung Selera Bu Fat yang Maknyus




Kenikmatan kepala ikan manyung (mangut) masakan warung makan Selera Bu Fat Jl. Ariloka Raya Kelurahan Krobokan, Semarang Barat tiada duanya. Sekali mencoba pasti ketagihan. Mengapa? Karena racikan bumbu rempah-rempah ditambah daging ikan yang empuk dan gurih membuat lidah bergoyang. Pelanggan kerap menyebutnya ndas (kepala) manyung.


Kepala ikan manyung yang pedas merupakan resep mendiang Ny Fatimah atau akrab disapa Bu Fat. Awalnya, ia hanya membuka warung makan kecil-kecilan di daerah Krobokan dengan menu masakan khas Jawa. Warungnya sempat berpindah-pindah hingga akhirnya menetap di Jalan Ariloka Raya.

“Awalnya hanya warung biasa kecil. Kami sempat berpindah-pindah, menu masakan juga sederhana,” ungkap Suyoso, 65, suami almarhumah Fatimah yang kini meneruskan warung itu.

Sebenarnya, ujar Suyoso, warung makan telah dirintis sejak tahun 1960. Namun, saat tahun 1997 dirinya bersama istri menemukan resep baru yakni kepala ikan manyung. Ternyata resep masakan tersebut diterima para pelanggannya hingga sekarang.

“Kepala manyung memang menu andalan kami. Rata-rata per hari habis 30 kepala ikan manyung dengan berat sekitar 1 kg,” ungkap pria asli Wonogiri ini.

Satu porsi ikan kepala manyung, para pelanggan cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 30 ribu. Menu andalan lainnya adalah cumi-cumi, yang harganya Rp 10 ribu  per porsi. Warung makan Bu Fat, juga menyediakan menu ayam goreng, pepes kepala kakap, pepes pindang, botok mlanding teri, opor, sup, dll.
“Kami menyediakan macam-macam masakan. Mungkin semua bahan yang ada di pasar, bisa kami masak semua,” ujarnya sembari tertawa.

Warung makan Bu Fat buka mulai pukul 06.00 – 19.00. Tapi, jika pelanggan datang pada pagi hari menu masakan masih belum komplit. Biasanya warung makan berukuran 6 x 9 m2 ini ramai dikunjungi pelanggan pada jam makan siang, mulai pukul 11.00-14.00.

Para pelanggan tetapnya antara lain Menteri Pertambangan dan Energi, Purnomo Yusgiantoro. Pernah memesan sampai puluhan bungkus dibawa ke Jakarta. Dirinya juga menerima pesanan untuk hajatan atau acara lain.

“Mungkin orang bisa memasak mangut, tapi kalau mangut di sini berbeda. Ada bumbu rahasianya. Ciri khas masakan kami adalah irisan cabe yang dipotong besar,” tandasnya

Sumber: http://kulinerkhassemarang.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails